Advokat sekaligus Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid menyoroti Ketua Majelis Syuro Partai Ummat yang meminta masyarakat Indonesia untuk tidak berdiam diri dengan kezaliman rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Adapun Amien Rais menyerukan agar seluruh masyarakat Indonesia kompak melawan pemerintahan Jokowi yang disebutnya makin kesini semakin ngawur.
Hal itu ditanggapi Muannas Alaidid melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Muannas Alaidid mengungkapkan ciri gelandangan politik.
Menurut Muannas Alaidid, cirinya yakni selalu provokatif.
"Selalu provokatif ciri gelandangan politik," ungkap Muannas Alaidid dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @muannas_alaidid, Selasa (13/6).
Sementara itu, Amien Rais mengatakan bahwa perlawanan terhadap rezim saat ini yakni di kepemimpinan Jokowi, dilakukan dengan cara tidak memilih calon presiden yang didukung kepala negara pada Pilpres 2024 mendatang.
Amien Rais mengatakan bahwa jika jagoan Jokowi keok pada perhelatan pesta demokrasi lima tahunan itu, maka kekuasan Jokowi akan terputus.
"Marilah kita menggunakan kekuatan spiritual kita, kekuatan moral kita, untuk menghadapi Pilpres di mana Jokowi sudah sangat ngawur cawe-cawe. Inilah saatnya kita kibarkan 'Hayya alal Jihad'. Mengorbankan waktu, harta benda, pemikiran yang kita miliki untuk menghentikan rezim saat ini," kata Amien Rais.
Hal itu disampaikan Amien Rais seperti yang dilansir dari Populis, saat menjadi keynote speaker dalam diskusi Forum Kajian Strategis dan Advokasi bertema "Tolak Cawe-cawe Jokowi, Tolak Narasi Politik Identitas, Kembalikan Kekuasaan ke Tangan Rakyat" yang tayang di kanal YouTube Refly Harun.
Baca Juga: 3 Cara Download Video Live Streaming Facebook, Mudah dan Cepat
Dalam kesempatan itu, Amien Rais mengatakan, selama dua periode pemerintahan Jokowi berusaha keras menggunakan berbagai lembaga negara termasuk TNI-Polri sebagai instrumen politik demi melenggangkan kekuasaannya.