Mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu, mengomentari pernyataan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan soal alasan mempekerjakan tenaga kerja asing (TKA) dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Baru-baru ini Luhut mengungkapkan alasan di balik keputusan untuk mempekerjakan TKA di proyek IKN. Dia menilai sumber daya manusia Indonesia belum seberkualitas tenaga kerja asing.
Hal itu disampaikannya saat peluncuran Battery Asset Management Services Indonesia Battery Corporation di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Senin (12/6/2023) malam.
"Bangsa kita enggak bisa, ya memang enggak bisa. Kualitasnya masih kadang miring-miring. Kalau Anda lihat bangunan kita, masih banyak kualitasnya kurang bagus, tidak rapi. Kuat, tapi masih belok-belok," ujar Luhut.
Menanggapi hal tersebut, Said Didu kesal karena sejak rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), bangsa Indonesia langsung dianggap bodoh.
“Sejak rezim ini, bangsa Indonesia langsung dianggap bodoh. Mulai dari pekerjaan tambang sampai pekerjaan sipil di IKN bangsa ini dianggap tdk mampu,” ujar Said Didu, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @msaid_didu pada Rabu (14/6/2023).
Padahal, di tahun 1980-an, Indonesia sudah mampu membuat pabrik pupuk, kilang minyak, hingga pesawat terbang. Sudah barang pasti pekerjaan sipil pun bisa dikerjakan oleh anak bangsa.