Kader Partai Demokrat, Eko Jhones menyoroti solusi dari Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono terkait persoalan kualitas udara di DKI Jakarta.
Hal ini ditanggapi Eko Jhones dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Eko Jhones mengatakan bahwa ada yang lebih diharapkan warga dari sekadar solusi Heru Budi.
Eko Jhones menegaskan bahwa keinginan warga yakni mengganti gubernurnya.
"Warga pengenya ganti Gubernur bukan ganti kendaraan. Ganti kendaraan sukit buat makan aja kembang kempis," ujar Eko Jhones dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ekojhones77, Rabu (14/6).
Sementara itu, Heru Budi diketahui mengungkapkan solusinya yakni mendorong percepatan peralihan kendaraan bahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik.
"Ya dipercepat motor listrik, mobil listrik, terus bahan bakarnya yang memang memenuhi syarat. Ya harus semua pihak harus mengikut dong," ujar Heru Budi.
Mantan wali kota Jakarta Utara itu pun juga mendorong untuk memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH) guna mengurangi emisi udara buruk dari kendaraan bermotor.
Sebagai informasi, kualitas udara di Jakarta diketahui sedang tidak sehat berdasarkan situs IQAir, platform informasi kualitas udara yang dapat diketahui secara real-time. Dilansir dari IQAir pada Senin, 5 Juni 2023 pukul 08.30 WIB, indeks kualitas udara Jakarta berada di angka 132.
Dengan angka tersebut, Jakarta mendapatkan warna oranye yang berarti kualitas udaranya berstatus tidak sehat bagi kelompok sensitif. Sementara, angka polutan utamanya adalah PM 2,5.
Terkait kualitas udara Jakarta yang tidak sehat, hal itu juga sangat berpengaruh pada kesehatan anak-anak. Karena kualitas udara yang buruk, Dokter Spesialis Anak, Satrio Bhuwono Prakoso yang juga aktif membuat konten di TikTok dalam akun @dr_iogh turut mengimbau agar anak-anak tidak di Jabodetabek tidak terlalu sering keluar rumah.