Pegiat media sosial Denny Siregar mengatakan bahwa adanya kekesalan dari NasDem sehingga banting setir dengan mencapreskan Anies Baswedan.
Adapun diketahui bahwa sebelumnya, NasDem kerap menawarkan Ganjar Pranowo untuk jadi calon presiden (capres) yang akan diusungnya.
Hal tersebut seperti yang diungkapkan Denny Siregar dalam tayangan YouTube Cokro TV. Dalam tayangan tersebut, Denny Siregar menyebut bahwa Anies Baswedan pun resmi jadi capres dari Partai NasDem. Meskipun, kata Denny Siregar, keputusan NasDem itu kerap diterpa penolakan.
"Karena kesal NasDem kemudian banting setir dengan mencalonkan Anies Baswedan dan Anies menyambut baik tawaran dari Partai NasDem yang membawa Demokrat dan PKS di gerbongnya," ungkap Denny Siregar dikutip Suara Liberte dari tayangan YouTube Cokro TV, Kamis (15/6).
"Akhirnya dideklarasikan lah Anies Baswedan sebagai calon presiden oleh partai NasDem di akhir tahun 2022 lalu dan gerakan NasDem yang mengusung Anies ini juga nggak mulus karena ditolak oleh banyak elit partai," sambungnya.
Denny Siregar pun membeberkan berbagai penolakan yang datang dari elit NasDem saat hendak akan mencapreskan Anies Baswedan.
"Mulai dari Siswono Yudhohusodo, Nuiluh Jelantik Anak Agung Ngurah Panji Astika dan yang terakhir, Zulfan Lindan yang bisa dibilang sebagai salah satu pendiri partai NasDem," ujar Denny Siregar.
Denny Siregar menegaskan bahwa berbagai penolakan itu lantaran Anies Baswedan yang kerap sudah melekat cap sebagai pemain politik identitas.
"Mereka menolak NasDem mengusung Anies Baswedan karena Anies kental sekali dengan cap politik identitas yang dulu digunakannya waktu pilgub DKI tahun 2017," tegas Denny Siregar.
Elite NasDem yang sudah mengetahui cap politik identitas itu yang melekat di diri Anies Baswedan, tak digubris oleh Surya Paloh dengan tetap mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
"Tapi Surya Paloh tetap keras kepala demi tujuan besarnya, dan akhirnya ramai-ramailah elite NasDem mundur menjadikan NasDem kehilangan panglima-panglima terkuatnya," tutur Denny Siregar.
Lebih lanjut, Denny Siregar pun mengungkapkan bahwa mundurnya para elite NasDem itu diikuti pula oleh para kader NasDem yang turut mundur.
"Dan mundurnya beberapa elite ini diikuti dengan mundurnya ribuan kader dan pendukung NasDem di banyak daerah," tandasnya.
Sementara itu, kabar terbaru, Ketua DPW Partai NasDem Saan Mustopa membantah ribuan kader NasDem di Indramayu dan Cirebon berpindah ke Partai Perindo. Ia mengklaim hanya sekitar 30-an orang yang pindah.
Ia menyebut seluruh kader yang pindah itu berasal dari Indramayu, sedangkan untuk di wilayah Cirebon, Saan menyebut sama sekali tidak ada kadernya yang pindah ke Perindo.
Saan menerangkan kader yang berpindah itu beberapa di antaranya merupakan caleg Partai NasDem dan beberapa di antaranya merupakan pengurus DPD NasDem Indramayu.
"Enggak ada, paling juga enggak nyampe 30-an lah," kata Saan dikutip dari CNN.