Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando menyodorkan tiga skenario dalam mengusung Kaesang Pangarep sebagai calon wali kota (cawalkot) Depok.
Padahal sebelumnya, PSI mendapat kritik keras dari PDI Perjuangan soal memajukan Kaesang sebagai cawalkot Depok di pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024.
Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan bahwa PSI merupakan "partai kecil yang mengganggu".
"Kalau partainya kecil mengganggu sesama yang kecil dia tidak jadi berita. Kalau mengganggu partai besar supaya masuk parlemen, selalu akan ganggu. Bukan hanya itu, ganggu Kaesang, habis itu soal kemudian kontrak politik Ganjar," katanya, Selasa (13/6/2023), dikutip Liberte Suara.
Untuk itu, skenario pertama PSI, kata Ade, adalah tetap mendukung Kaesang sekalipun diusung oleh PDIP.
"Barangkali Kaesang maju lewat PDIP, kita mendukung ya," ujarnya kepada MetroTV dikutip Liberte Suara, Kamis (15/6/2023).
Skenario kedua menurut Ade, PSI siap menjadi motor utama untuk majunya Kaesang di pilkada Depok 2024. Syaratnya, putra presiden tidak masuk PDIP.
Yang terakhir merupakan skenario terberat, tutur Ade. Ini merupakan jalur independen yang memerlukan effort lebih, ketika PSI gagal mendapat suara minimum.
"Kalau sampai kami tidak berhasil membangun koalisi untuk mendukung Kaesang, sampai minimal 20%, maka kita harus memajukan Kaesang lewat jalur independen," jelasnya.
Baca Juga: PSI Dilabeli 'Partai Politik Gak Tahu Diri', Ade Armando Pasrah, Bungkam Kalau Lawannya PDIP?
"Itu akan memerlukan effort lagi untuk mengumpulkan suara, kalau tidak hitungannya sekitar 60.000 sampai 80.000 KTP untuk bisa memajukan nama Kaesang," pungkasnya.