Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo buka suara terkait dengan pengalamannya saat pertama kali terjun dan merasakan dunia politik di Indonesia.
Dirinya mengatakan bahwa awalnya semua orang meragukan kemampuannya. Hal ini ia ceritakan kepada sejumlah mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo.
Ganjar teringat manis pahitnya pengalamannya itu, namun meski diragukan ia tetap melangkah maju dan tak berubah meski harus mengambil keputusan yang tidak populer.
“Waktu saya seusia Anda saya sudah ikut partai. Semua orang sinis, alhamdulillah saya dari dulu enggak pernah berubah, dicaci-maki dilecehkan enggak pernah berubah. Jadi berani mengambil satu yang tidak populer, karena biasanya orang takut tidak populer,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh Suara Liberte, Jumat (16/6/2023).
Menurutnya hal tersebut harus dilakukan jika memang untuk kebaikan bangsa, hal ini yang akan juga dihadapi oleh mahasiswa. Ganjar mengatakan mereka harus siap menjaga pesta demokrasi di Indonesia.
Elite PDI Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, dalam konteks tahun politik ini para intelektual muda bisa mengambil peran untuk mengedukasi, agar masyarakat sadar pada bahaya hoaks dan tidak melakukan kampanye negatif.
“Itu menurut saya, bagaimana cara kita menjaga proses demokrasi ini bisa berjalan dengan baik dan keterlibatan anak-anak muda ini menurut saya menjadi begitu penting karena mereka punya gagasan, punya idealisme, punya ilmu pengetahuan yang cukup dan sangat kreatif,” ujarnya.