Wasekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi buka suara soal adanya sindiran dari PDI Perjuangan (PDIP) yang menyebut bahwa PSI sebagai 'partai kecil pengganggu'.
Hal tersebut ditanggapi Dedek Prayudi melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Dedek Prayudi mengakui bahwa PSI memanglah sebuah partai yang kecil.
Meski begitu, Dedek Prayudi menegaskan bahwa PSI tak punya maksud mengganggu seperti yang disematkan oleh PDIP.
"Memang PSI partai kecil. Tapi kami tak pernah bermaksud menganggu PDIP. Justru besar niat kami agar partai nasionalis kompak bersatu," tutur Dedek Prayudi dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Uki23, Kamis (16/3).
Lebih lanjut, Dedek Prayudi pun mengatakan bahwa ia kerap menyampaikan permohonan maaf pada PDIP jika memang merasa terganggu.
"Berkali-kali kami sampaikan permohonan maaf kepada 'kakak' kami, PDIP, kalau merasa terganggu. Termasuk saat kami ekspresikan dukungan kami kepada mas Ganjar jauh sebelum PDIP mengusung beliau," jelas Dedek Prayudi.
"Ijinkan saya sekali lagi memohon maaf kalau terganggu lagi," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Said Abdullah memberikan sindiran menohok untuk Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dirinya mencap mereka sebagai partai kecil yang sering mengganggu demi suara.
Hal tersebut menurutnya dapat terlihat dari bagaimana pihak tersebut membidik kadernya seperti Ganjar Pranowo bahkan sosok yang sudah secara tak langsung terikat dengan PDIP seperti Kaesang Pangarep.
"Kalau partainya kecil mengganggu sesama yang kecil dia tidak jadi berita. Kalau mengganggu partai besar supaya masuk parlemen, selalu akan ganggu. Bukan hanya itu, ganggu Kaesang, habis itu soal kemudian kontrak politik Ganjar," katanya, Selasa (13/6/2023).