Beban Gizi Ganda Adalah Bukti Jurang Ketimpangan Ekonomi di Indonesia Terus Melebar, Ekonom Senior INDEF Sebut Fakta Ini

Suara Liberte | Suara.com

Senin, 19 Juni 2023 | 16:33 WIB
Beban Gizi Ganda Adalah Bukti Jurang Ketimpangan Ekonomi di Indonesia Terus Melebar, Ekonom Senior INDEF Sebut Fakta Ini
kemiskinan (Antara)

Indonesia paling banyak mengalami Beban Gizi Ganda (double burden of malnutrition). Riset dari The Lancet pada 2020 mengungkapkan bahwa ini terjadi di hampir seluruh provinsi di Indonesia.

Beban Gizi Ganda merupakan keadaan di mana kekurangan gizi dan kelebihan gizi terjadi pada waktu yang bersamaan. Hal ini biasanya dapat ditemui di beberapa negara berpenghasilan rendah atau menengah.

Ekonom Senior INDEF Profesor Bustanul Arifin mengungkapkan bahwa Beban Gizi Ganda merupakan manifestasi dari banyak faktor, utamanya ketimpangan ekonomi. Gizi kurang dan gizi lebih ini terjadi bersamaan yang akan berdampak negatif pada masyarakat, ditandai dengan balita stunting dan dewasa 18 tahun alami kegemukan.

"Ini manifestasi dari perubahan sistem pangan, yang mengarah pada pangan olahan (tidak sehat) supermurah," kata Prof. Bustanul dalam seminar daring, dikutip Liberte Suara, Senin (19/6/2023).

Dikutip dari laman World Bank, kekurangan gizi pada anak-anak bisa mulai terjadi pada tahap sangat awal dalam hidup. Saat seorang anak menerima asupan gizi yang kurang baik saat masih dalam kandungan, tubuhnya akan “terprogram” agar bisa bertahan hidup dalam kondisi gizi yang kurang. 

Akibat “pemrograman” ini, apabila kelak ia hidup dalam lingkungan dengan asupan gizi yang mudah diperoleh, tubuh mereka akan sangat rentan terhadap obesitas sehingga mudah terkena penyakit tidak menular seperti diabetes dan jantung.

Bukan hanya itu, lanjut Guru Besar Universitas Lampung, minimnya aktivitas juga dapat memicu hal ini. Berkurangnya aktivitas di kantor dan di rumah menjadi dua variable yang paling besar.

"Transportasi juga menjadi satu hal. Perobahan teknologi yang memanjakan manusia, mengakibatkannya melakukan aktivitas tanpa harus bergerak," papar Prof. Bustanul.

Oleh karena itu, Prof. Bustanul mengajukan solusi seperti strategi penyuluhan dan pembangunan sumber daya manusia, dukungan riset dan pengembangan, serta teknologi baik teknologi informasi dan pembiayaan. 

"Peningkatan ekonomi kreatif untuk mendorong pemerataan ekonomi. Sehingga dapat meningkatkan nilai tambah pada perekonomian," ujarnya.

Pakar ICMI ini juga menguraikan bahwa ketimpangan ekonomi di Indonesia justru belum menurun. Bahkan dalam periode 2019 hingga 2022, ketimpangan mereda menjadi 0,381 di akhir periode dari sebelumnya di awal periode sebesar 0,38.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi Ini Cari Tahu Beban Gizi Ganda Anak-Anak di Indonesia

Studi Ini Cari Tahu Beban Gizi Ganda Anak-Anak di Indonesia

Health | Kamis, 29 November 2018 | 17:47 WIB

Terkini

Lebih dari Sekadar Jazz! MLDSPOT Siap Bawa Vibes 'Fresh 'N Cool' ke Java Jazz Festival 2026

Lebih dari Sekadar Jazz! MLDSPOT Siap Bawa Vibes 'Fresh 'N Cool' ke Java Jazz Festival 2026

Entertainment | Rabu, 27 Mei 2026 | 23:12 WIB

Viral Pocong Bawa Parang Datangi Rumah Warga di Pelalawan, Polisi Turun Tangan

Viral Pocong Bawa Parang Datangi Rumah Warga di Pelalawan, Polisi Turun Tangan

Riau | Rabu, 27 Mei 2026 | 23:12 WIB

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:54 WIB

Lansia Tewas Terbakar-Suami Kritis, Polisi Tangkap 9 Orang di Bengkalis

Lansia Tewas Terbakar-Suami Kritis, Polisi Tangkap 9 Orang di Bengkalis

Riau | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:44 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Puluhan Kontainer Mineral Ilegal di Batam

TNI AL Gagalkan Penyelundupan Puluhan Kontainer Mineral Ilegal di Batam

Batam | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:27 WIB

Tampil Elegan di Hari Raya, Koleksi Hijab Ini Angkat Kerinduan pada Keindahan Tanah Suci

Tampil Elegan di Hari Raya, Koleksi Hijab Ini Angkat Kerinduan pada Keindahan Tanah Suci

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:08 WIB

Giliran Plt Gubri SF Hariyanto Rombak Habis Jajaran Dinas PUPR Riau

Giliran Plt Gubri SF Hariyanto Rombak Habis Jajaran Dinas PUPR Riau

Riau | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:06 WIB

Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri

Takbiran Idul Adha Berapa Hari? Ini Perbedaannya dengan Takbir Idul Fitri

Lifestyle | Rabu, 27 Mei 2026 | 21:19 WIB

5 HP Midrange Kamera Terbaik 2026 yang Wajib Dilirik, Hasil Foto Setara Flagship!

5 HP Midrange Kamera Terbaik 2026 yang Wajib Dilirik, Hasil Foto Setara Flagship!

Tekno | Rabu, 27 Mei 2026 | 21:11 WIB

30 Menit di Neraka Azteca: Semifinal Paling Gila yang Ubah Sejarah Piala Dunia

30 Menit di Neraka Azteca: Semifinal Paling Gila yang Ubah Sejarah Piala Dunia

Bola | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:59 WIB