Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti bahwa kemungkinan pengumuman bakal calon wakil presiden (bacawapres) bagi bakal calon presiden (bacapres) Anies Baswedan yakni usai Anies pulang dari ibadah haji.
Hal tersebut ditanggapi Jhon Sitorus melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Jhon Sitorus menyebutkan bahwa padahal keinginan Partai Demokrat ialah cawapres Anies Baswedan sudah diumumkan sebelum mantan Gubernur DKI Jakarta itu ibadah haji.
"Demokrat maunya cawapres Abas diumumkan sebelum berangkat haji," ungkap Jhon Sitorus dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Miduk17, Selasa (20/6).
Lebih lanjut, Jhon Sitorus pun menyinggung bahwa Anies Baswedan justru hanya nurut saja dengan kemauan NasDem yakni pengumumannya usai pulang dari ibadah haji.
"NasDem beda lagi, nama Cawapres diumumkan setelah pulang haji. Abas? malah diam dan manut-manut saja," ucapnya.
Jhon Sitorus menilai bahwa hal itu semakin menandakan bahwa koalisi pengusung Anies Baswedan sedang digerakkan oleh oligarki.
"Semakin menandakan jika koalisi Perlubahan disetir oleh oligarki," tegasnya.
Bahkan, Jhon Sitorus pun mengungkapkan bahwa belum adanya kesepakatan terkait pinjaman uang.
"Belum menemukan kata sepakat soal pinjaman uang," tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPP Partai NasDem Taufik Basari mengatakan waktu keberangkatan yang tinggal menghitung hari membuat Anies berfokus soal persiapan ibadah.
"Kan berangkatnya Mas Anies tidak terlalu lama lagi, hitungan beberapa hari. Artinya bisa iya bisa tidak (diumumkan cawapres) tapi kemungkinannya kecil sebelum berangkat haji akan diumumkan ya," ujar pria karib disapa Tobas kepada awak media, seperti dikutip Selasa (20/6/2023).
Tobas mengatakan Anies Baswedan masih memiliki waktu yang cukup lama untuk mengumumkan siapa sosok yang bakal mendampinginya di Pilpres 2024.
"Jadi tidak perlu didorong, dipaksakan harus sebelum berangkat haji dan dikaitkan bahwa nama tersebut disebut untuk kemudian didoakan di tanah suci," jelas Tobas.
Tobas meminta masyarakat dapat memisahkan momentum haji dengan politik. Sebab, kewenangan memilih cawapres sudah dimandatkan langsung kepada Anies oleh KPP.
"Kita pisahkan antara ibadah dan politik, kita sudah menyerahkan sepenuhnya kewenangan untuk menentukan dan mengumumkan cawapres kepada Mas Anies, tinggal kita nanti tunggu ya,"
Adapun diketahui bahwa ada tiga partai yang tergabung dalam koalisi pengusung Anies Baswedan menuju Pilpres 2024, yakni Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).