Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti pernyataan dari Wakil Ketua Umum Partai Ummat, Buni Yani yang mengungkapkan bahwa Depok harus dipimpin oleh wali kota yang saleh.
Hal tersebut ditanggapi Jhon Sitorus melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Jhon Sitorus mengherankan lantaran kesalehan masih saja diiming-imingi untuk dijual menuju Pemilu.
Jhon Sitorus juga menyinggung soal ketakutan pada Kaesang Pangarep.
"Masih aja jualan kesalehan dan agama orang yang tak bisa diukur manusia. Kapan sembuh pak? Kenapa takut dengan Kaesang?," ujar Jhon Sitorus dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Miduk17, Rabu (21/6).
"Takut kehilangan periuk nasi yang selama ini jadi sapi perah kalian?," tandasnya.
Sebelumnya, Buni Yuni mengatakan bahwa kota yang telah dikuasai oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) selama kurang lebih 20 tahun itu harus dipimpin oleh orang yang mengerti masalah Depok, bukan sosok yang tidak mengerti visi misi Depok.
Ia juga menegaskan bahwa wali kota yang akan memimpin Depok haruslah yang saleh, bukan yang planga-plongo.
"Kota Depok harus dipimipin walkot yang saleh dan mengerti masalah Depok, bukan oleh manusia planga-plongo yang tidak mengerti visi-misi Kota Depok," ungkap Buni Yani dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @BuniYani.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa warga Depok juga mestinya memiliki harga diri dalam memilih pemimpinya.
"Warga Depok harus punya harga diri dan memilih pemimpin yang mampu. Salam dari warga Depok," imbuhnya.
Sebelumnya, Kaesang Pangarep menyatakan kesiapan menjadi wali kota Depok, Jawa Barat. Ia menyatakan sudah mendapatkan izin dan restu dari keluarga besarnya untuk maju sebagai orang pertama di Depok.
"Saya Kaesang Pangarep. Saya sudah dapat izin dan restu dari keluarga saya. Insyallah dengan ini saya siap untuk hadir menjadi Depok pertama. Mohon dukungannya, merdeka," kata Kaesang.