Loyalis Anies Baswedan, Andi Sinulingga, mengomentari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengatakan Indonesia akan melakukan swasembada gula pada tahun 2028 mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Andi mengungkit awal Presiden Jokowi terpilih menjadi presiden, tepatnya pada tahun 2015 silam.
Saat itu, Presiden Jokowi menjanjikan Indonesia bisa swasembada pangan termasuk gula tiga tahun mendatang atau pada tahun 2018.
“2015, awal pak Jokowi menjalani tugas sebagai Presiden, beliau bilang 3 thn (2018) Indonesia bisa swasembada pangan termasuk gula,” ujar Andi, dikutip Suara LIberte dari akun Twitter @Andisinulingga pada Rabu (21/6/2023).
Kini jelang jabatannya berakhir, Presiden Jokowi kembali menjanjikan bahwa Indonesia bisa swasembada gula pada tahun 2028. Menurut Aktivis Kolaborasi Warga Jakarta (KWJ) ini, Presiden Jokowi memang jago berbicara.
“Sekarang, di ujung masa jabatannya, beliau bilang swasembada gula thn 2028. Kalau urusan ngomong, memang beliaulah jagonya,” ujar Andi.
Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati (biofuel).
Perpres itu dikeluarkan dalam rangka mewujudkan swasembada gula nasional guna menjamin ketahanan pangan, ketersediaan bahan baku dan bahan penolong industri serta mendorong perbaikan kesejahteraan petani tebu.
Tujuan lainnya yaitu guna mewujudkan ketahanan energi dan pelaksanaan energi bersih melalui penggunaan bahan bakar nabati (biofuel), perlu ditingkatkan produksi bioetanol yang berasal dari produksi tebu.
Baca Juga: Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Madinah Sangat Memperihatinkan
"Berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Presiden tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati (biofuel)," demikian bunyi poin c bagian pertimbangan dalam Perpres dimaksud dikutip Senin (19/6/2023).