Elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando memberikan kritikan menohok terhadap cuitan kontroversial dari Wakil Ketua Umum Partai Ummat, Buni Yani di Pemilu 2024.
Cuitan soal standard yang harus dimiliki oleh seorang wali kota dari politikus senior itu viral dalam media sosial karena dinilai coba menjual agama demi kepentingan politis.
Bukan tanpa alasan, Buni Yani dinilai coba menguatkan sentimen politik identitas lewat seruan bahwa seorang wali kota sebaiknya harus seorang saleh dan hafal kitab suci, khususnya jika pemimpin itu adalah wali kota di Depok.
Ade jelas keheranan dengan hal tersebut, dirinya mempertanyakan kolerasi antara kesalehan seseorang dengan kapasitas untuk menjadi seorang pemimpin di Depok.
"Maaf lho. Tapi hubungan hafal Quran dengan kapasitas menjadi walikota Depok apa ya?" cuitnya dalam akun twitter pribadinya, dikutip Senin (26/6/2023).
Pendukung Kaesang Pangarep ini menuai sejumlah respons dari netizen, banyak yang sependapat dengan apa yang dipertanyakan oleh Ade.
"Jualan agama wajar aja soalnya punyanya itu doang tinggal mau beli apa gak tapi klo ngomongin rakyat depok sih gak heran dagangan kayak gitu favorit dimari," cuit @dominikus76.
"Bang Ade, jangan heran karena dia adalah aktor politik identitas yg nggak punya otak. Emang jadi walikota kerjanya baca kitab suci. Nah kalau yg kalau walikota terpilihnya non muslim gimana ceritanya?" tanya @JudimanSitangg1.
"Momerinya bagus. Layak jd pemimpin. Tp pemimpin tdk hanya soal itu. Banyak kompetensi yg harus dimiliki. Jadi tidak hafal quran juga boleh memimpin asalkan dianggap berkompeten," ungkap @pranandipa.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Ummat, Buni Yani menilai seorang wali kota idealnya merupakan seorang penghapal kitab suci, apalagi jika ingin memimpin kota seperti Depok.
"Idealnya walkot Depok adalah seorang penghapal Qur'an minimal juz 30 agar bisa menjadi imam shalat dengan bacaan yang lumayan. Tapi kalau tidak, ya janganlah mereka yang terang-terangan melanggar syariat seperti makan babi, tidak shalat, dllnya. Ini melecehkan warga Depok," ujarnya lewat kicauan di Twtter, Jumat (23/6/2023).