Melansir dari website Kominfo, pada tahun 2019 sempat beredar di media sosial WhatsApp sebuah pesan berantai yang narasinya berisikan "Selamat dan Sukses Kami Ucapkan atas Terpilihnya Basuki Tjahaja Purnama dan Antasari Azhar Sebagai Dewan Pengawas KPK. Musnahkan Kelompok Taliban di tubuh KPK Agar tidak dijadikan untuk kepentingan politik".
Ini adalah hoax karena sampai sekarang KPK tak pernah memberikan pernyataan resmi mengenai perubahan ketua atau jajarannya.
Artinya tim youtube Pinter Politik hanya mendaur ulang hoax yang ada dari tiga tahun lalu dan menyebarluaskannya melalui platform yang berbeda.
Kemudian, perlu diketahui, Presiden Joko Widodo hanya bisa mengusulkan nama-nama pemimpin KPK bukan memilih dan mengesahkan mereka.
Ini terlihat saat Presiden Jokowi menerima Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di tahun 2019 lalu.
Berdasarkan penelusuran Google Image, foto thumbnail tersebut diedit dari berita aslinya berjudul ‘Jokowi lantik I Dewa Gede Palguna sebagai hakim MK’ yang diunggah Merdeka.com pada 2015.
Berita ini berisi info Presiden Jokowi saat melantik I Dewa Gede Palguna dan Suhartoyo sebagai hakim konstitusi di Istana Negara. I Dewa Gede Palguna resmi menggantikan Hamdan Zoelva yang habis masa jabatannya.