Dijelaskan bahwa para santri dilarang berzina bahkan berpacaran, namun diduga boleh jika memiliki kekayaan, karena dosa tersebut dapat ditebus dengan uang.
Tak hanya itu, ponpes tersebut juga disebut oleh dia akan membangun pesantren kristen. Pernyataan ini sayangnya tak pernah keluar dari mulut Panji Gumilang.
“Gak boleh pacaran, gak boleh berzina, kalau gak punya duit. Kalau punya duit, bisa dilakukan. Nanti ada majelis hukumnya bertahkim, kena pasal sekian, kena dosa, (dengan bayar) dua juta dosanya hilang,” kata Ken Setiawan, dalam channel Youtube Heri Pras.
Terkait tuduhan itu, pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang membantah. Ini dijelaskannya saat diwawancarai Andy F Noya dalam program Kick Andy.
Baca Juga: Deklarasikan Dukungan Ganjar Pranowo, KAPT Optimistis Sumbang 80 Persen Suara di Soloraya
Menurutnya tuduhan tersebut merupakan cara untuk menjatuhkan nama baiknya dan ponpes Al Zaytun yang sudah lama dibangunnya dengan susah payah hingga menjadi besar sampai saat ini.
Untuk diketahui, kini pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia, Mahfud MD tengah menyelidiki dugaan penyimpangan ajaran dalam Ponpes ini.
Dalam keterangan terbarunya, Mahfud tidak pernah mengatakan bahwa penyelidikan telah menemukan adanya unsur seksual, seperti yang dinarasikan dalam video yaitu penghalalan zina yang melibatkan santri.