"Gerakan perubahan itu sudah tumbuh dari masyarakat pada saat dia menang di Jakarta waktu itu," ujarnya.
Hendri Satrio mengungkapkan bahwa gerakan perubahan itu dimulai sejak rakyat sudah merasakan adanya ketidakadilan di rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini.
"Pada saat masyarakat merasakan ketidakadilan pada rezim ini, itu gerakan perubahan itu dimulai," ucapnya.
Pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) itu pun juga menjelaskan alasannya menunjuk Anies Baswedan sebagai lokomotif gerakan perubahan.
"Kita tunjuk Anies sebagai lokomotifnya. Kenapa demikian, karena rezim ini memang terlalu sibuk dengan kata-kata kebersamaan, sehingga negara ini tidak bergerak kemana-mana," imbuhnya.