Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja

Sabtu, 07 Februari 2026 | 09:13 WIB
Industri Sawit RI Sumbang Output Rp1.119 Triliun dan Serap 16,5 Juta Pekerja
Ilustrasi. Industri kelapa sawit kembali ditegaskan sebagai aset strategis yang tak tergantikan bagi Indonesia. (Unsplash/James Lo)
Baca 10 detik
  • Sawit sumbang output Rp1.119 T & serap 16,5 juta pekerja di 25 provinsi.
  • Produktivitas terhambat isu modal, legalitas lahan, & skala usaha kecil.
  • Perlunya sinkronisasi aturan domestik guna penuhi standar global.

Suara.com - Industri kelapa sawit kembali ditegaskan sebagai aset strategis yang tak tergantikan bagi Indonesia. Selain menjadi penopang utama neraca perdagangan, sektor ini memiliki peran krusial dalam ketahanan sosial dan pembangunan daerah di lebih dari 300 kabupaten di Indonesia.

Dalam diskusi bertajuk “Reshaping Indonesia’s Palm Oil Foundations in an Era of Climate Risk and Governance Standards” yang digelar oleh Prasasti Center for Policy Studies, terungkap bahwa Indonesia menguasai 58,7% pangsa pasar global sebagai produsen Crude Palm Oil (CPO) terbesar. Sektor ini menyerap 16,5 juta tenaga kerja dan menghidupi 2,6 juta petani swadaya.

Piter Abdullah, Policy and Program Director Prasasti Center, menyebut sawit sebagai motor penggerak hilirisasi, pangan, dan energi. Secara angka, industri ini menghasilkan output sebesar Rp1.119 triliun dengan nilai tambah mencapai Rp510 triliun per tahun.

Namun, daya saing nasional masih terganjal isu struktural. Akademisi Witjaksana Darmosarkoro menyoroti dominasi petani kecil yang masih terkendala keterbatasan akses permodalan dan teknologi digital, rendahnya literasi teknis dan skala usaha yang terfragmentasi dan hambatan pada program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Dari sisi pelaku usaha, Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, menegaskan bahwa industri dalam negeri sebenarnya mampu melampaui standar keberlanjutan global. Masalah utama justru terletak pada ketidaksinkronan regulasi domestik yang memicu ketidakpastian usaha.

Senada dengan hal tersebut, Rizalmi Fitrah ZA dari PalmCo menambahkan bahwa legalitas lahan dan kelembagaan petani plasma menjadi ganjalan utama dalam implementasi sertifikasi seperti ISPO dan RSPO di lapangan.

Sebagai penutup, forum ini menekankan perlunya konsistensi kebijakan agar sawit tetap menjadi pilar pertumbuhan ekonomi sekaligus mampu menjawab tuntutan standar lingkungan global yang kian ketat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI