Pengamat politik Hendri Satrio membeberkan sederet perubahan yang akan dibuat oleh bakal calon presiden (bacapres) Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan jika terpilih menjadi Presiden 2024 dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.
Hal tersebut diungkapkan Hendri Satrio dalam tayangan YouTube Refly Harun. Dalam tayangan tersebut, Hendri Satrio atau disapa Hensat itu mengatakan bahwa jika ada pertanyaan terkait perubahan apa yang akan dibuat Anies Baswedan, itu berkaitan dengan permasalahan yang dirasakan rakyat hari ini.
"Kalau ada yang bertanya perubahan apa yang akan dibuat oleh Anies Baswedan, balik tanya aja, Anda merasa punya masalah hari ini, itulah yang akan diubah oleh Anies Baswedan," ungkap Hensat dikutip Suara Liberte dari tayangan YouTube Refly Harun, Selasa (4/7).
Pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) itu membeberkan yang akan diubah Anies Baswedan ialah mulai dari segi ekonomi hingga terkait lapangan pekerjaan.
"Ekonomi, keuangan keluarga, demokrasi, pekerjaan yang susah misalnya atau apalagi, banyak kan," ujarnya.
Lebih lanjut, Hensat juga menyinggung terkait hasil survei tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hensat mengungkapkan bahwa ada dua hal yang membuat tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi hingga mencapai 82 persen.
"Pak Jokowi kalau di berbagai hasil survei memang kuatnya di dua, kepuasan publiknya itu tinggi karena dua hal," ungkap Hensat.
Yang pertama, kata Hensat, soal infrastruktur.
"Yang kedua Covid, penanganannya. Dan kebanggaan Pak Jokowi itu keberhasilan-keberhasilan pemerintahan Pak Jokowi kita bisa lihat dari pidatonya," ucapnya.
"Kalau pidatonya tentang A, maka itulah keberhasilannya. Dia bicara tentang Covid kan, terus dia juga bicara tentang infrastruktur kan, dia bicara juga tentang katanya dia berani melawan WTO kan, itu aja terus-terusan," sambungnya.
Di samping itu, Hensat menegaskan bahwa dirinya juga ikut setuju kalau di kontestasi Pilpres 2024 nanti, yang dibicarakan lebih banyak yakni soal gagasan.
"Tapi mudah-mudahan, saya setuju sama semua abang-abang saya di sini, nanti Pilpres itu kita bicara lebih banyak gagasan,"
"Walaupun kata Bang Jansen itu minimal, tapi apa yang dilontarkan Anies Baswedan tentang mobil listrik, memaksa pemerintah berbicara tentang gagasan itu tepat atau tidak, memaksa Sri Mulyani membuka bahwa kita memang memberikan subsidi untuk mobil listrik satu miliar per PNS," paparnya.
Hal tersebut menurut Hensat akhirnya dapat membuat masyarakat ikut berpikir.
"Nah itu kan akhirnya membuat masyarakat juga berpikir," imbuhnya.