Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi memuji Ketua Umum (Ketum) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh dengan pandangannya soal pendekatan saintifik.
Surya, kata Burhanuddin, adalah elite partai yang paling percaya terhadap metode saintifik untuk memperhitungkan elektabilitas calon presidennya (capres) Anies Baswedan.
"Bang Surya adalah figur yang sangat percaya terhadap saintifik, pendekatan saintifik," kata Burhanuddin dikutip Liberte Suara, dari kanal YouTube KompasTV, Selasa (4/7/2023).
"Jadi di antara elite partai yang paling dominan dalam menggunakan metode saintifik salah satunya adalah Bang Surya Paloh," tambahnya.
Metode saintifik akan digunakan Ketum NasDem sebagai ukuran untuk melihat kekurangan elektoral capresnya.
Terutama, ujar Burhanuddin, adalah untuk memilih calon wakil presiden (cawapres) yang memiliki keunggulan yang dapat membantu memenangkan pemilihan presiden (pilpres) 2024.
"Jadi menurut saya beliau akan melihat kekurangan elektoral Mas Anies ada di mana. Karenanya harus ditambal oleh cawapres yang punya kelebihan elektoral dalam rangka mencapai kemenangan," terang Burhanuddin.
Ia melanjutkan, dengan begitu, Surya tidak akan menjadi kaku menentukan cawapres untuk Anies.
Namun demikian, Surya tetap perlu berdiskusi dengan Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk hal tersebut.
"Alasan itu saya kira akan membuat beliau lebih fleksibel jadi tidak harus dari NasDem tetapi masalahnya adalah NasDem tidak cukup kalau memakai pendekatan semata-mata dari Bang Surya, harus dikompromikan dengan Demokrat, dengan PKS mau atau tidak dengan tawaran tadi," tuturnya.
Yang terpenting, lanjut pengamat politik itu, NasDem perlu berkompromi dengan Anies untuk mempertimbangkan pilihannya cocok atau tidaknya.
"Terutama Mas Anies mau atau tidak karena pengantinnya adalah Mas Anies. Jangan sampai kawin paksa nanti ya, dan belum apa-apa sudah pisah ranjang," pungkasnya.