Founder Al Zaytun, Panji Gumilang buka suara terkait dengan investigasi atas polemik yang terkait dengan ponpes yang dilahirkannya di Indramayu, Jawa Barat.
Ia mengatakan bahwa sebelum ada investigasi, pemerintah setempat dengannya telah memiliki kesepakatan untuk saling tabayyun secara langsung di Al Zaytun. Namun rupanya hal tersebut tak kunjung direalisasikan oleh pemerintah dari Jabar.
"Sabtu kami tunggu belum datang, Ahad kami tunggu juga belum datang, Senin akhirnya kami tulis jawaban atas pertanyaan yang disampaikan ke saya," ucapnya dalam Youtube Cokro TV, dikutip Rabu (05/07/2023).
Panji mengatakan karena batalnya pertemuan itu, ia terpaksa menyampaikan jawaban secara tertulis namun tiba-tiba sudah ada keputusan investigasi yang diberikan untuk pemerintahan di Jakarta.
Hal ini membuatnya cukup terkejut, pasalnya keputusan tersebut nyatanya tak berdasarkan diskusi maupun tabayyun yang diucapkan oleh tim investigasi. Apalagi ia disimpulkan tidak kooperatif.
"Katanya sudah berdasarkan keputusan investigasi itulah gubernur menyampaikan ke Jakarta. Padahal belum ada," ungkapnya.
Sebelumnya, Tim investigasi Al Zaytun mengungkit adanya sikap tidak kooperatif dari Panji Gumilang. Hal ini terkait masalah ponpesnya yang semakin menjadi-jadi di Indonesia.
"Pihak Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun dalam hal ini Syekh AS Panji Gumilang tidak kooperatif terhadap ajakan tim investigasi untuk melakukan klarifikasi/tabayun perihal masalah-masalah yang berkembang di Ponpes Al Zaytun," ujar Ketua Tim Investigasi Al Zaytun, Prof KH Badruzzaman M Yunus, dikutip dari laporan tertulisnya, Ahad (25/6/2023).
Baca Juga: CEK FAKTA: Panji Gumilang Jual Belikan Santrinya, Dapat Untung Hingga Rp4 Miliar