Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti pemegang lisensi Safety and Security FIFA, Nugroho Setiawan yang mengakui bahwa Jakarta International Stadium (JIS) memang dirancang sesuai pedoman FIFA Stadium Technical Recommendation.
Hal tersebut ditanggapi Jhon Sitorus melalui akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya, Jhon Sitorus menyebutkan bahwa selama ini adanya kebohongan terkait JIS yang dianggap sebagai standar FIFA.
"Berarti selama ini hoax atau cuma ngaku-ngaku. Faktanya JIS memang tidak berstandar FIFA," ujar Jhon Sitorus dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Miduk17, Rabu (5/7).
Sementara itu, diketahui bahwa polemik JIS menjadi venue Piala Dunia U17 2023 masih berlanjut. PSSI mengaku tidak pernah menyebut JIS tidak layak sebagai venue kejuaraan sepak bola tersebut.
Dilansir dari Kompas TV, stadion JIS disebut bakal digunakan sebagai venue Piala Dunia U17 2023, setelah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) diragukan akan bisa digunakan.
Pasalnya, SUGBK bakal digunakan untuk konser Coldplay pada November mendatang, bersamaan dengan Piala Dunia U17 2023. Meski begitu, penggunaan JIS sendiri menimbulkan pro dan kontra.
Adapun muncul pengakuan dari Nugroho Setiawan selaku pemegang lisensi Safety and Security FIFA bahwa JIS memang dirancang sesuai pedoman FIFA Stadium Technical Recommendation. Namun, stadion berkapasitas 82.000 penonton tersebut memang belum diverifikasi oleh Tim Kompetisi FIFA.
"Jadi untuk JIS tentu saja ada mitigasinya. Selama tidak dikaitkan dengan sentimen politik, pasti ada pemecahannya," kata Nugroho Setiawan.
"Memang JIS dirancang dengan pedoman FIFA Stadium Technical Recommendation, tetapi belum diverifikasi oleh Tim Kompetisi FIFA," ucap dia.
Nugroho Setiawan juga menjelaskan bahwa sebuah stadion dapat dikatakan sesuai standar FIFA apabila sudah diverifikasi oleh induk sepak bola dunia tersebut.
"Sebuah stadion baru bisa disebut sesuai standar FIFA apabila sudah diverifikasi tim FIFA sesuai checklist event-nya, FIFA akan datang untuk itu," imbuhnya.