Pegiat media sosial Chusnul Chotimah menyoroti bangunan Jakarta International Stadium (JIS) karya Anies Baswedan yang kini jadi kontroversi lantaran akan dijadikan sebagai venue gelaran Piala Dunia U-17 di Indonesia.
Hal itu ditanggapi Chusnul Chotimah melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Chusnul Chotimah kerap menyinggung permasalahan yang ada di JIS seperti peristiwa ambruknya pagar pembatas di dalam stadion JIS saat baru diresmikan oleh Anies Baswedan tahun lalu.
Selain pagar ambruk, stadion tersebut juga membuat penonton sebuah konser menjadi trauma. Oleh karena itu, ia mendukung PSI untuk melakukan audit terhadap JIS.
Chusnul Chotimah mengungkit soal Anies Baswedan yang disebut pernah menyindir Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Adapun Anies Baswedan menyebut bahwa jika pemipin hanya bertujuan membuat kota yang megah, hal tersebut bisa dilakukan oleh Raja Firaun.
"Anies dulu pernah nyindir Ahok, kalo hanya bangun kota yang megah Firaun juga bisa," ungkap Chusnul Chotimah dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ch_chotimah2, Rabu (5/7).
Lebih lanjut, Chusnul Chotimah pun mengatakan bahwa Anies Baswedan tampak tak becus lantaran banyaknya persoalan dari bangunan hasil karyanya itu.
"Sekalinya Anies cuma melanjutkan bangun stadion aja ga becus. Berarti lebih hebat Firaun daripada Anies," imbuhnya.
Sebelumnya, Chusnul Chotimah menyoroti perihal desakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk melakukan audit terhadap pembangunan JIS.
Ia pun mengungkit perihal sejumlah peristiwa di JIS yang baru diresmikan tahun lalu. Peristiwa tersebut menunjukkan kelemahan JIS sebagai sebuah bangunan.
Sedangkan PSI yang kerap mengkritik kebijakan yang berkaitan dengan Anies Baswedan juga ikut bicara perihal JIS yang diketahui dibangun di era mantan Rektor Universitas Paramadina itu.
Sekretaris Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana mendesak dilakukannya audit terhadap JIS yang pembangunannya memakan biaya hingga Rp4,5 triliun.
Itu karena, dengan anggaran sebesar itu, sangat disayangkan jika JIS ternyata belum memenuhi standa Federasi Sepak Bola Dunia FIFA.
"JIS harus diaudit, anggaran untuk membangun JIS sangat besar, yaitu Rp4,5 triliun. Tapi, kenapa tidak standar FIFA?," ucapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (2/7/2023).
"Dengan anggaran sebesar itu seharusnya secara logika sudah berstandar FIFA," pungkasnya.