Penggiat Media Sosial, Rudi Valinka buka suara terkait dengan penertiban spanduk hingga baliho yang dilakukan oleh pemerintahan setempat di Depok. Ia menyoroti adanya sinyal tebang pilih yang dilakukan oleh Walkot Depok, Mohammad Idris.
Dirinya mengatakan bahwa hal ini akan menjadi sinyal kuat terhadap masyarakat kota tersebut bahwa mereka butuh perubahan, salah satunya dengan mendukung majunya sosok dari Kaesang Pangarep.
Menurutnya, Rakyat Depok harus berani bersatu untuk melakukan perlawanan terhadap kekuasaan pemerintahan daerah setempat yang telah dipegang lama oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"2024 saatnya Depok Hijrah dari Rezim Sapi yang sudah terlalu lama berkuasa disini sementara warga Depoknya harus kompak berani buat perlawanan," ungkapnya dalam twitter @kurawa, dikutip Jumat (07/07/2023).
Cuitan penggiat media sosial ini viral dan mendapatkan respons yang beragam, banyak yang mendukung namun tak sedikit juga yang menyatakan ketidaksetujuan mereka untuk mendukung sosok dari Kaesang.
"Idris bilang, kalau mau masang atribut harus minta ijin. Nah atribut Kaesang enggak ada ijin, kalau bininya Idris udah dikasih ijin," cuit @sjari_a.
"Saatnya depok fokus sampah," balas dari akun @errends_.
Diketahui, Satpol PP Kota Depok sendiri mengklaim telah menertibkan media promosi tak berizin dan dipasang di sembarang tempat sejak Selasa (4/7/2023).
Pencopotan media promosi ini merupakan tindak lanjut surat edaran (SE) soal penertiban media promosi yang diterbitkan M Idris pada 16 Juni 2023.
SE ini tertuang dalam SE Nomor 300/345-Satpol PP tentang Tertib Pemasangan Lambang, Simbol, Bendera, Spanduk, Umbul-umbul, Banner, Reklame, maupun Atribut Lainnya.
Dalam SE itu, Idris menyatakan setiap orang dilarang memasang lambang, simbol, bendera, spanduk, umbul-umbul, banner, reklame, dan sejenisnya, di atas trotoar, bahu jalan, badan jalan dan atau median jalan.