Kader Partai Demokrat, Eko Jhones menyoroti Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto yang menyebut agar pendukung Anies Baswedan berterima kasih pada Ketua Umum PSSI Erick Thohir terkait rencana renovasi Jakarta International Stadium (JIS).
Hal ini ditanggapi Eko Jhones dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Eko Jhones mengatakan bahwa jika elite PAN tersebut tidak mengerti serta memahami persoalan itu, seharusnya tidak perlu ikut berkomentar.
Eko Jhones bahkan menyarakan agar PAN lebih baik berbicara ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk berterimakasih pada Anies Baswedan.
"Kalau gak ngerti sepakbola dan gak faham permasalahan gak usah komentar. Harusnya PAN ngomong ke Jokowi berterimakasihlah pada Anies Baswedan yang bangun stadion buat Persija yang pernah dijanjikan Jokowi namun diingkar," ujar Eko Jhones dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ekojhones77, Sabtu (8/7).
Eko Jhones pun menilai bahwa Yandri Susanto justru memutarbalik fakta.
"Jadi narasi elit PAN itu memutarbalikan fakta," imbuhnya.
Sementara itu, dilansir dari RMOL, Wakil Ketua Umum DPP PAN Yandri Susanto mengaku tidak setuju jika rencana renovasi dipandang sebagai cara Erick Thohir menurunkan pamor Anies selaku penggagas stadion berkapasitas 82 ribu penonton itu. Sebab, bagi Yandri, Erick Thohir masih memiliki banyak panggung kalau hanya untuk menaikkan pamor politiknya.
"Seharusnya pendukung Anies berterima kasih kepada Erick Thohir karena mau memperbaiki JIS yang selama ini belum standar FIFA bisa sesuai standar FIFA. Harusnya berterima kasih. Jangan terlalu banyak suuzon-nya, berprasangka buruk," demikian kata Yandri.
Pria yang menjabat Wakil Ketua MPR ini mengatakan, upaya merenovasi JIS, adalah langkah baik Erick yang bertujuan menghindari pandangan masyarakat apabila FIFA akhirnya memutuskan tidak menggunakan JIS karena tidak sesuai dengan standar.
Yandri melihat, penilaian kesesuaian standar adalah otoritas FIFA. Dengan demikian, rekomendasi renovasi adalah merupakan syarat menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17.
"Kalau nanti misalkan pelaksanaan U-17 di Indonesia tapi JIS enggak dipakai nanti malah lebih digoreng lagi ini politis," ujarnya.
Ia mengimbau para pendukung Anies untuk tidak memandang politis langkah Erick Thohir. Apalagi, yang direnovasi bukan hanya JIS.
"Menurut saya jangan semuanya dikaitkan dengan politik,".
Adapun JIS belakangan menuai polemik usai diwacanakan akan dijadikan sebagai venue Piala Dunia U-17 2023 karena JIS dianggap belum memenuhi standar FIFA.
Untuk diketahui, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir meninjau sejumlah fasilitas di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada Selasa (4/7/2023).
Hal tersebut guna melihat kesiapan dan standardisasi stadion untuk berbagai perhelatan yang akan digelar, termasuk Piala Dunia U-17.
Berdasarkan tinjauan, ditemukan sejumlah catatan penting dan evaluasi yang akan segera ditindaklanjuti, salah satunya terkait akses dari dan menuju JIS. Tak hanya itu, rumput JIS pun dinilai tak sesuai dengan standar FIFA.
Terkait polemik JIS bahkan dianggap memuat unsur politis, Erick Thohir mengatakan bahwa dirinya hanya ingin memastikan bahwa JIS memenuhi standar sebagai venue Piala Dunia U-17 2023, tidak ada niat lainnya.
"Nah, nawaitu, niat baik ini yang kita ingin memastikan JIS ini bisa menjadi bagian kualifikasi (venue Piala Dunia U-17)," jelas Erick di Jakarta pada Rabu (5/7/2023), dilansir dari detikNews.
"Ini bukan salah-salahan. Kita mau supaya ini lolos, termasuk stadion-stadion yang ada nanti di Jawa Barat, di Surabaya," tutupnya.