Pegiat media sosial Faizal Assegaf menyoroti soal calon wakil presiden (cawapres) bagi calon presiden (capres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan.
Hal tersebut ditanggapi Faizal Assegaf dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Faizal Assegaf awalnya mengatakan soal dukungan terhadap Anies Baswedan dari 170 purnawirawan TNI.
Adapun deklarasi dukungan itu muncul setelah pidato Gatot Nurmantyo melempar kritikan keras pada rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Beberapa hari lalu 170 purnawirawan TNI beri dukungan pada Anies Baswedan. Deklarasi itu muncul seminggu setelah pidato Gatot Nurmantyo melempar kritikan keras pada rezim Jokowi. Di akar rumput makin masif rakyat bergerak suarakan perubahan. Sejumlah desa di Jawa Tengah dan Jawa Barat bersatu usung tema: Seratus persen dukung Anies," tutur Faizal Assegaf, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @faizalassegaf, Sabtu (8/7).
Kemudian, kritikus itu pun mengutarakan adanya harapan perubahan hingga semakin kencang suara keprihatinan bernegara.
"Suara senyap di barak-barak militer, prajurit TNI butuh hidup yang sejahtera. Tentu mayoritas anggota Polri dan PNS pun sangat berharap perubahan," ungkapnya.
"Berbagai elemen sipil progresif makin kencang menyuarakan keprihatinan bernegara. Maraknya suara kritis itu mewakili kegelisahan seluruh anak bangsa," sambungnya.
Faizal Assegaf pun menyinggung perihal rumor bahwa dari pihak Partai Demokrat yang disebut-sebut akan mengajukan Ketua Umum partainya yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), setuju jika cawapres Anies Baswedan ialah Gatot Nurmantyo.
Baca Juga: Luhut Ngamuk RI Diserang Negara Maju Gegara Hilirisasi: Hei! Ini Indonesia Baru, Indonesia Maju