Loyalis Presiden Joko Widodo (Jokowi), Yusuf Muhammad, mengomentari perihal janji Bakal calon presiden dari Partai Gerindra yaitu Prabowo Subianto.
Prabowo berjanji akan meneruskan apa yang sudah dirintis oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika mendapatkan kepercayaan dari rakyat untuk memimpin.
Hal itu diungkap Prabowo Subianto di hadapan ribuan simpatisan Partai Gerindra dalam sambutannya di acara konsolidasi akbar Gerindra se-Tangerang Raya di Lapangan Ahmad Yani, Kota Tangerang, Minggu (9/7/2023).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mulanya membicarakan tentang sumber daya alam Indonesia agar dapat diolah di dalam negeri sehingga nilai jualnya bisa bertambah. Hal itu seperti program hilirisasi yang dikerjakan oleh Presiden Jokowi saat ini.
"Karena itu saudara-saudara, kita harus yakinkan rakyat, berilah kepercayaan kepada Partai Gerindra, berilah kepercayaan kepada Prabowo Subianto, yang sudah dirintis oleh Pak Joko Widodo kita teruskan, kita tingkatkan," kata Prabowo.
Menanggapi janji tersebut, Yusuf memberikan tantangan kepada Prabowo untuk membuktikan pernyataannya salah satunya yaitu menyita aset-aset negara yang dikuasai oleh keluarga Cendana.
“Oke kalau begitu, tolong pak Prabowo teruskan apa yang telah dirintis oleh pak Jokowi selama ini,” ujar Yusuf, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @yusuf_dumdum pada Senin (10/7/2023).
“Misalnya : Menyita aset-aset negara yang dikuasai oleh keluarga Cendana. Kemudian menagih utang anak-anak Soeharto kepada negara yang nilainya mencapai TRILIUNAN,” sambungnya.
Yusuf kemudian merinci utang keluarga Cendana seperti Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto) yang berutang ke negara sekitar 700-an miliar. Selain itu, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto juga berutang kepada negara sebesar Rp 2.612.287.348.912,95 atau Rp 2,61 triliun.
Dia kemudian menegaskan akan mendukung Prabowo jika memenuhi tantangan yang diberikannya. “Itu saja dulu. Apakah pak @prabowo berani ? Kan bapak katanya tegas dan berani. Kalau berani saya akan dukung, suer! Ini demi nasionalisme dan NKRI,” ujar Yusuf.