Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin menegaskan pengembangan Jakarta International Stadium (JIS) belum selesai hanya pada pembangunan stadion dan lapangan latih. Pihaknya bakal terus menyempurnakan JIS sebagai satu kawasan sesuai dengan masterplan yang direkomendasikan dan dibuat oleh Buro Happold sebagai biro masterplan asal Inggris.
“Kalau dari masterplan kan misalnya mereka minta segera ada bangunan komersial untuk mendukung operasional. Untuk mengembangkan kawasan JIS sesuai dengan masterplan dari biro konsultan tersebut memerlukan proses yang panjang dan lama,” kata Iwan kemarin.
Upaya penyempurnaan JIS oleh Jakpro ini pun sejalan dengan rencana Pemprov DKI dan pemerintah pusat untuk menata JIS agar siap menjadi arena pertandingan Piala Dunia U-17 pada November 2023. Buro Happold sebelumnya mengklarifikasi peran mereka dalam pembanguanan JIS dan mengatakan sejumlah aspek pembangunan stadion itu tidak sesuai panduan.
“Hasil tinjauan perusahaan mengidentifikasi beberapa aspek yang ternyata tidak sesuai dengan panduan konsep desain orisinal dari Buro Happold,” ucap pernyataan Buro Happold. Proyek JIS menghilang dari daftar portofolio proyek yang tercantum di dalam laman resmi Buro Happold.
Sementara itu Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, mengusulkan pembentukan panitia khusus (pansus) untuk menelusuri dugaan kesalahan pada pembangunan Jakarta Internasional Stadium (JIS). “Audit total dari aspek perencanaan maupun pembangunannya. Bentuk pansus jika dipandang perlu,” kata Rio.