Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Umar Hasibuan menyoroti Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno yang menilai terkait pernyatan dari sejumlah elite Partai Gerindra bahwa Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin adalah bakal calon wakil presiden (Bacawapres) terkuat sebagai pendamping Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Pemilu 2024.
Hal tersebut di tanggapi Umar Hasibuan melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Umar Hasibuan bereaksi dengan mengungkapkan bahwa jangan sampai lama-lama karena ke depannya bisa saja PKB lebih dulu dipinang sebagai cawapres bagi capres PDI Perjuangan (PDIP) atau pun koalisi Anies Baswedan.
"Jangan kelamaan narasinya pak bowo nanti PKB dipinang PDIP atau anies stres Anda," ujar Umar Hasibuan dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Umar_Hasibuan__, Selasa (11/7).
Sementara itu, dilansir dari Liputan 6, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menilai, pernyatan itu sebagai bentuk kuncian bagi Gerindra agar PKB tidak geser ke poros lain.
"Saya kira itu sebagai bentuk kuncian politik kepada PKB supaya, pertama PKB itu tidak bermanuver, kedua tentu saja supaya PKB itu tidak pindah ke poros lain. Itu tujuan kenapa sejumlah elite Gerindra mengatakan sampai saat ini yang paling prioritas mendampingi Prabowo itu Cak Imin," kata dia dalam keterangan diterima, Minggu (9/7/2023).
Adi menambahkan, PKB memiliki basis suara yang besar yang mampu menjadi daya tawar bagi Prabowo. Sehingga, PKB yang kuat menginginkan Cak Imin maju Pilpres bisa mengajukan proposal ke partai koalisi. Adapun proposal itu, yakin Adi, adalah posisi bacawapres.