Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

BI: Investasi Asing Rp1,6 Miliar Dolar AS Masuk via SBN dan SRBI

Liberty Jemadu

Kamis, 19 Februari 2026 | 19:14 WIB
BI: Investasi Asing Rp1,6 Miliar Dolar AS Masuk via SBN dan SRBI
Investasi portofolio asing masuk (net inflows) sebesar 1,6 miliar dolar AS sejak awal tahun hingga 13 Februari 2026. [Antara]
baca 10 detik
  • Investasi portofolio asing masuk sebesar 1,6 miliar dolar AS hingga 13 Februari 2026 memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.
  • Aliran masuk modal asing terutama tertopang oleh Sekuritas Rupiah Bank Indonesia dan Surat Berharga Negara.
  • Bank Indonesia memperdalam pasar valas rupiah-renminbi untuk mendukung transaksi perdagangan lokal antar kedua negara.

Suara.com - Investasi portofolio asing masuk (net inflows) sebesar 1,6 miliar dolar AS sejak awal tahun hingga 13 Februari 2026, yang turut membantu memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.

Bank Indonesia (BI) menjelaskan aliran masuk tersebut terutama ditopang arus modal asing yang besar ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN), sedangkan investasi pada saham masih mencatat arus keluar (outflows).

“Berdasarkan data settlement di tanggal 18 Februari ini, inflow di SRBI mencapai Rp31 triliun dan di SBN mencapai sekitar Rp530 miliar. Jadi inflow ini terus meningkat, sehingga overall, year to date itu sudah mencapai sekitar 1,6 miliar dolar AS untuk inflow. Ini sangat membantu sekali untuk stabilitas dari rupiah itu sendiri,” kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Destry menambahkan, bank sentral Indonesia juga terus memperdalam pasar valuta asing (valas) untuk rupiah-renminbi (RMB) Tiongkok untuk mendukung transaksi perdagangan Indonesia dengan Tiongkok, khususnya dalam implementasi local currency transaction (LCT).

Ia mencatat, transaksi LCT dengan Tiongkok terus meningkat di mana pada Desember 2025 saja nilainya mencapai 2,7 miliar dolar AS. BI pun terus mendorong penggunaan mata uang lokal agar transaksi tidak sepenuhnya bergantung pada dolar AS.

“Dan kalau kita lihat juga suplainya makin lama juga makin bertambah. Tapi memang tentu masih terus kita butuhkan upaya untuk penambahan suplai dari CNY dan CNH di pasar valas kita,” kata Destry.

Adapun BI memandang nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah nilai wajarnya atau undervalued dibandingkan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia, termasuk konsistensi dengan pengendalian inflasi sesuai sasaran 2,5 plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027.

“Faktor fundamental yaitu indikator inflasi, pertumbuhan ekonomi, imbal hasil, maupun juga indikator-indikator lain yang semuanya menunjukkan rupiah semestinya akan lebih stabil dan cenderung menguat,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

Namun demikian, imbuh Perry, tekanan terhadap rupiah lebih dipengaruhi faktor teknikal dan premi risiko global yang memicu gejolak jangka pendek di pasar keuangan.

baca juga

Merespons kondisi tersebut, BI pun terus meningkatkan intensitas stabilisasi nilai tukar rupiah baik melalui intervensi di pasar non-delivery forward (NDF) luar negeri (off-shore) maupun transaksi spot dan domestic non-delivery forward (DNDF) di pasar dalam negeri.

Langkah tersebut juga didukung oleh upaya menarik aliran investasi portofolio asing melalui transaksi SRBI dan SBN, dengan tujuan utama meningkatkan investasi portofolio asing.

“Alhamdulillah selama dua bulan ini, investasi portofolio asing terus masuk, sudah ada net inflow dan itu akan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dengan tetap memastikan kecukupan likuiditas di dalam negeri sepertimana terjemin pada pertumbuhan uang primer yang selalu double digit,” kata Perry.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubernur BI: Rupiah Undervalue, Tidak Cerminkan Ekonomi Indonesia

Gubernur BI: Rupiah Undervalue, Tidak Cerminkan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:15 WIB

Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Gubernur BI Ungkap Strategi Ekonomi

Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Gubernur BI Ungkap Strategi Ekonomi

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:05 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:08 WIB

Utang Negara Tembus Rp7.282 Triliun di Akhir 2025, Ini Penjelasan BI

Utang Negara Tembus Rp7.282 Triliun di Akhir 2025, Ini Penjelasan BI

Video | Kamis, 19 Februari 2026 | 13:34 WIB

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Diramal Tahan Suku Bunga

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Diramal Tahan Suku Bunga

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 07:38 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×