Loyalis Ganjar Pranowo, Jhon Sitorus, diduga menyindir dua bakal calon presiden yaitu Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Mulanya, Jhon mengomentari pernyataan Ketua Dewan Pembina Pospulkam Indonesia, Firman Jaya Daeli, yang menilai Ganjar adalah sosok pemimpin yang paripurna.
Menurut Jhon, Ganjar adalah pemimpin yang selalu amanah dan menuntaskan kewajibannya sebagai seorang pemimpin.
“Ganjar Pranowo adl pemimpin yang selalu AMANAH dan MENUNTASKAN kewajibannya,” ujar Jhon, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @Miduk17 pada Rabu (12/7/2023).
Ia menegaskan bahwa Ganjar tidak pernah dipecat, di-reshuffle, apalagi diberhentikan saat menjalankan tugas. “Tanpa DIPECAT, tanpa Direshuffle apalagi sampai DIBERHENTIKAN,” sambung Jhon.
Tak heran, Ganjar dapat menuntaskan tugas negara yang pernah diberikan kepadanya salah satunya dua periode sebagai Gubernur Jawa Tengah.
“Mulai dari anggota DPR RI, anggota Pansus, Timwas hingga jadi Gubernur 2 Periode TUNTAS. Karena tuannya adalah RAKYAT, Gubernur cuma mandate,” ujar Jhon.
Sementara itu, dalam buku berjudul “Detik-detik yang Menentukan, Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi (2006), mantan Presiden RI BJ Habibie mengatakan bahwa dirinya yang mencopot Prabowo dari jabatan Panglima Kostrad.
Habibie merupakan presiden yang menjabat saat Prabowo mengakhiri dinas kemiliteran. Dia menegaskan bahwa dirinya tidak memecat Prabowo melainkan hanya mengganti jabatannya.
Di sisi lain, Anies Baswedan pernah di-reshuffle oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Dia mengaku menghargai keputusan tersebut dan meyakini Presiden Jokowi telah memikirkan banyak pertimbangan.
“Jadi ini keputusan politik yang harus dihormati dan saya tidak pernah tanya juga. Karean ketika presiden memutuskan, pasti beliau harus menjaga apakah keseimbangan, apakah arah dan lain-lain, dan buat saya itu adalah hak beliau, kita hormati,” ujar Anies di kanal YouTube pribadinya pada Minggu 9 Juli 2023.