Politikus Partai Demokrat, Soeyoto, mengomentari pernyataan pengamat sepak bola soal keputusan PSSI lebih memilih Stadion Pakansari daripada Jakarta International Stadium.
Pengamat sepak bola Tommy Welly atau yang akrab disapa Bung Towel menyoroti pertandingan Timnas Indonesia yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, alih-alih di JIS. Salah satu laga yang dimaksud Bung Towel adalah FIFA Matchday Indonesia vs Curacao pada 24 dan 27 September 2022.
‘’Saya mulai agak tarik ke belakang September 2022, waktu itu Sekjen PSSI ngomong kalau JIS tidak sesuai standar FIFA. Serentak ada reaksi - resisten dari publik sepak bola,’’ ungkap Tommy dilansir dari tayangan Indonesia Lawyers Club, Senin (10/7/2023).
Saat itu PSSI juga menyebut JIS tidak memenuhi standar FIFA namun PSSI justru memilih Stadion Pakansari yang kerap tergenang air ketika hujan.
‘’Di satu sisi dia menganggap JIS tidak sesuai standar FIFA, tapi malah memilih Pakansari yang suka tergenang air kalau hujan,’’ kata Tommy. ‘’Sementara JIS sesuai standar FIFA tidak boleh lebih dari 10 detik air harus surut,’’ imbuhnya.
Menanggapi hal tersebut, Soeyoto menyoroti hal nyeleneh semacam itu seakan sudah menjadi trade mark yang anehnya banyak disukai dan dibela.
“Ha ha ha. Nyeleneh itu sudah menjadi Trade Mark, tapi anehnya banyak yang suka dan membela,” ujar Soeyoto, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @seoyoto1 pada Kamis (13/7/2023).
Sementara itu, PSSI mengatakan alasannya tidak menggelar FIFA Matchday Indonesia vs Curacao di JIS karena stadion tersebut belum berstandar FIFA sehingga dianggap belum siap untuk menggelar laga tersebut.
“Untuk menggelar sebuah pertandingan FIFA Matchday yang mengundang animo penonton sangat banyak, perlu dilakukan simulasi,” ujar Sekjen PSSI, Yunus Nusi.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Niaga Capai Kinerja Positif di Tahun 2022
Dia kemudian membeberkan sejumlah kelemahan JIS yaitu terkait akses untuk bus pemain. “Di samping itu, terkait dengan plafon yang rendah, karena bus tidak masuk, bisa jadi nanti bus tim tamu dan tim tuan rumah berhentinya di area umum,” lanjut Yunus.