Beredar video berjudul "PDIP tak tenang !! hitung mundur kekalahan Ganjar, orang ternama ini siap perang demi dukung Anies," yang diunggah oleh akun YouTube Politik Negara pada Minggu (25/7/2023).
Narasi judul video itu mengarahkan penonton agar percaya bahwa terkait klaim Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang tidak tenang Anies Baswedan semakin meroket hingga menghitung mundur kekalahan Ganjar Pranowo.
Video itu pun didukung dengan gambar thumbnail tampak Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampak duduk bersama para Ketua Umum (Ketum) partai politik (parpol) yakni Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PPP Muhamad Mardiono, dan Ketum PAN Zulkifli Hasan.
Selain itu, video itu lengkap disertai tulisan "PDIP TAK TENANGANIES MAKIN MEROKET. 6 ORANG TERNAMA INI SIAP PERANG UNTUK ANIES,".
Penjelasan :
Berdasarkan penelusuran video tersebut secara keseluruhan yang berdurasi 8 menit 8 detik tidak ditemukan informasi terkait PDIP yang tak tenang soal Anies Baswedan makin meroket dan hingga menghitung mundur kekalahan Ganjar Pranowo.
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita atau pun bukti kredibel yang menyatakan hal tersebut.
Dalam video tersebut, ternyata hanya berisi potongan video dan gambar dari peristiwa yang berbeda-beda yang digabung menjadi satu.
Baca Juga: Meylisa Zaara Insecure Bolak-balik Ditolak Berhubungan Badan: Aku Merasa Rendah
Narator dalam video tersebut hanya membacakan artikel berjudul “Elektabilitas Prabowo Melejit Efek Endorse Jokowi, Pengamat: Ini Jadi Kekuatan” yang diunggah pada 28 Maret 2023.
Adapun foto tumbnial video tersebut merupakan peristiwa ketika Presiden Jokowi bertemu dengan lima Ketua Umum Partai di markas PAN.
Dalam pertemuan itu membahas tentang wacana penggabungan kekuatan Koalisi Indonesia Bersati (KIB) dan Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).
Kesimpulan :
Video dengan judul "PDIP tak tenang !! hitung mundur kekalahan Ganjar, orang ternama ini siap perang demi dukung Anies," yang diunggah oleh akun YouTube Politik Negara pada Minggu (25/7/2023) memiliki konten yang menyesatkan atau hoax.