Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Umar Hasibuan, menyodorkan jejak digital Politisi senior PDI Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko pernah menyindir Prabowo Subianto.
Pada unggahan Budiman di akun Twitter pada 9 Mei 2019 silam, Budiman menyebut Prabowo tidak bermutu sehingga tidak terpilih menjadi presiden.
“Ya yang gak kepilih itu gak bermutu. Kayak Prabowo,” tulis Budiman di akun media sosial Twitter miliknya.
“Menolak Lupa jejak digital budiman,” ujar Umar, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @Umar_Hasibuan__ pada Kamis (21/7/2023).
Sementara itu baru-baru ini Budiman dan Prabowo bertemu Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, dikutip pada Selasa (18/7/2023).
Pertemuan tersebut cukup meyita perhatian publik mengingat Budiman adalah kader dari PDIP yang telah mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.
Pada pertemuan tersebut, Budiman mengatakan bahwa Indonesia tengah menghadapi krisis sehingga Indonesia yang diibaratkan seperti kapal harus dikayuh oleh orang yang memahami strategi, geopolitik, dan sejarah.
“Kita hadapi krisis perang, teknologi, kesehatan. Kapal Indonesia harus dikayuh oleh orang yang paham strategi, geopolitik, sejarah,” ujar Budiman, dikutip dari Suara.com.
Menurutnya memilih nahkoda kapal yang tepat sangat penting karena Indonesia merupakan kapal yang besar. “Karena Indonesia kapal besar, bukan panggung entertain saja,” sambungnya.
Baca Juga: CEK FAKTA: DPR, MPR, dan KPK Akan Periksa Jokowi, Gibran, dan Kaesang Terkait Kasus Korupsi dan TPPU