Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menyoroti Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin memindahkan PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) ke kawasan industri di Subang, Jawa Barat.
Hal tersebut ditanggapi Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Said Didu menyinggung adanya tujuan yakni demi menyelamatkan proyek. Said Didu pun mengatakan bahwa alangkah baiknya dipikirkan dulu sebelum mengambil keputusan agar ujungnya tak seperti itu.
"Demi menyelamatkan proyek mangkrak yang sudah establish ingin dipindahkan. Makanya sebelum ambil keputusan dan bekerja sebaiknya dipikirkan dulu agar uang rakyat tidak mubazir," ujar Said Didu dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @msaid_didu, Jumat (21/7).
Said Didu pun mengerankan perihal keterkaitan antara proyek-proyek era Jokowi.
"Apa kaitan Pindad dan PTDI dengan Kertajati? Hanya akan buang-buang uang atau mau jualan tanah Pindad dan PTDI?," tandasnya.
Sementara itu, diketahui bahwa pemindahan tersebut dilakukan agar kedua BUMN bidang pertahanan itu lebih dekat dengan Bandara Kertajati.
Wacana pemindahan itu diungkap Menteri BUMN Erick Thohir. Ide itu dibahas dalam pertemuannya dengan Jokowi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Istana Bogor, Minggu (16/7) lalu.
"Kalau kita lihat juga bagaimana ketika di Kertajati, Bapak Presiden menginginkan adanya Pindad dan PT DI itu pindah ke kawasan industri Subang supaya terpadu. Karena lokasi Pindad dan PT DI itu sudah di tengah kota," kata Erick ditemui pada acara Festival Hijriah 1 Muharram 1445 H di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (19/7) dikutip dari Antara.
Erick menjelaskan pertemuan dengan Jokowi dan Prabowo itu secara keseluruhan membahas pengembangan industri pertahanan. Mereka membahas upaya mempersiapkan pertahanan di dalam negeri.
"Pertemuan dengan Pak Prabowo dan Pak Presiden itu lebih bicara mengenai industri pertahanan, di mana kita konteksnya, kalau lihat geopolitik, kita tidak boleh ketinggalan dalam membangun industri pertahanan kita," kata Erick.
Erick mengatakan pertemuan itu juga membahas rencana untuk meninjau pabrik peluru di Turen, Malang, Jawa Timur.
"Nah, di situlah kenapa kemarin ada rencana bapak presiden dan Pak Prabowo akan melihat pabrik peluru yang ada di Turen, Malang, sebagai fasilitas yang terbaru karena kita memang perlu," jelasnya.