"Dua, dia bisa membuat koalisi semakin solid. Tiga, dia bisa membantu di dalam proses pemerintahan bila ditakdirkan menang. Keempat, dia punya visi yang sama, jangan sampai visinya beda nanti rutenya beda," jelas dia.
Lanjut, Anies menyebut kriteria yang terakhir ini lebih condong pada kepribadian sosok cawapresnya nanti.
"Kelima lebih pada kepribadian, apa chemisty baik. Boleh kan punya chemistry yang baik sehingga bisa jadi dwi tunggal, bener kan kira-kira gitu. Lima kriteria itu," ujarnya.
Anies pun menyebut kriteria terakhir yang ini lebih condong dalam kepribadian sosok cawapresnya nanti.
"Kelima lebih pada kepribadian, apa chemisty baik. Boleh kan punya chemistry yang baik, sehingga bisa jadi dwi tunggal, bener kan kira-kira gitu. Lima kriteria itu," tandasnya.
Di samping itu, Anies juga menyampaikan dalam proses perjalanannya ini ternyata baru kelihatan kriteria yang harus ada.
Ia menilai kriteria itu jadi prioritas karena sebelum nomor satu tadi atau menurut versinya nomor nol, yaitu sosoknya tak bermasalah dan berani. Sebab, kata dia, jangan sampai sosok bermasalah malah nanti jadi beban ke depannya dalam mengambil kebijakan.
"arena kalau ada masalah, mudah sekali kesandung sekarang ini. Jadi, kriterianya lima terus muncul kriteria ke-0 tak bermasalah, ternyata itu faktor sangat penting. Karena kalau tidak kepleset-kepleset. Kelihatannya yang lima mudah. Yang nol ini lagi dicari supaya aman, cari yang tidak bermasalah," pungkasnya.
Baca Juga: Daftar Lengkap Pemenang Blue Dragon Series Awards 2023, Song Hye Kyo Raih Daesang Berkat The Glory