"Masalah keadilan sosial, sejak Orde Baru sampai Orde Reformasi, harus diakui minus dalam pelaksanaannya. Pada hal masalah keadilan merupakan sila ke-2 dan sila ke-5 dari Pancasila," ungkapnya.
Semua undang-undang dan kebijakan serta implementasinya harus selalu mendasarkan teknokratis, kesetaraan dan keadilan bagi semua. Memberi perhatian pada keadilan tidak akan mengecilkan yang besar. Membesarkan yang kecil tidak akan mengecilkan yang besar, karena yang besar diperlukan untuk menghela dan mempercepat kemajuan Indonesia.
Musni Umar menegaskan bahwa potret kemajuan Jakarta di era Anies Baswedan, akan tergambar di seluruh Indonesia.
"Oleh karena itu, beri amanah kepada Anies Baswedan untuk memimpin Indonesia dalam pemilu 2024, insya Allah kita akan saksikan Indonesia seperti DKI Jakarta, yang maju, adil, setara, tidak ada diskriminasi, damai dan berkembang demokrasi," tambahnya.
Di samping itu, Musni Umar juga menyinggung terkait partai politik (parpol) yang berupaya keras dengan menyuarakan kalau Anies Baswedan gagal dalam memimpin DKI Jakarta.
"Ada partai politik, yang selalu berupaya menipu rakyat Indonesia dengan mengatakan Anies gagal memimpin DKI Jakarta, tetapi mereka yang berakal sehat dan jujur dari dalam dan luar negeri selalu memberi apresiasi atas kesuksesan Anies Baswedan membangun DKI Jakarta hanya selama 5 (lima) tahun bukan 10 tahun seperti yang lain," tandasnya.