Pegiat media sosial Denny Siregar menyoroti sejumlah warga Wadas, Purwerejo, Jawa Tengah, yang datang ke DKI Jakarta pada Rabu (26/7).
Adapun warga Wadas datang ke DKI Jakarta demi menyampaikan protesnya terkait aktivitas penambangan kuari batuan andesit untuk proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Bener. Sebab, penambangan tetap berjalan meskipun Izin Penetapan Lokasi (IPL) sudah habis sejak 7 Juni 2023.
Hal itu ditanggapi Denny Siregar melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Denny Siregar heran warga Wadas sampai melakukan aksi protes di DKI Jakarta. Ia pun mengatakan bahwa Ganjar Pranowo selaku calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan (PDIP) itu belum terpilih menjadi seorang presiden.
"Lahhh demo Ganjar kok di Jakarta. Ganjar belum jadi Presiden, masss.. Dia masih di Semarang," ungkap Denny Siregar dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Dennysiregar7, Jumat (28/7).
Sementara itu, dilansir dari CNN, aksi tersebut awalnya digelar di dekat Rumah Aspirasi Relawan Ganjar Pranowo di kawasan Jakarta Pusat yang juga bersebelahan dengan kantor YLBHI. Aksi yang dilakukan warga Wadas dan sejumlah aktivis itu sempat terhambat karena sejumlah relawan Ganjar keberatan aksi dilakukan di lokasi tersebut.
Kemudian, massa aksi akhirnya bergeser ke seberang Rumah Aspirasi Relawan Ganjar Pranowo dan tetap menggelar aksi protes.
Terkait hal tersebut, salah satu warga Wadas yang bernama Siswanto mengutarakan bahwa dilakukannya aksi itu bertujuan demi pemerintah pusat tahu akan pelanggaran yang dilakukan pihak atau pemerintah Jawa Tengah. Aktivitas tersebut, yakni perihal pembukaan jalan untuk akses tambang kuari.
Siswanto juga menyampaikan bahwa warga Wadas tetap mengibarkan bendera penolakan terhadap penambangan batuan di sekitar tanah mereka.
Kata Siswanto, bagi warga Wadas, tanah itu bukan barang dagangan yang bisa diperjualbelikan, karena itu tanah warisan dari nenek moyang, leluhur. Prinsip warga itu yang harus dipertahankan.
Selain itu, ia pun mengaku bahwa adanya khawatiran jika terjadinya bencana longsor kalau tambang itu tetap dipaksakan.
Diketahui, penolakan warga wadas terkait tambang kuari untuk PSN Bendungan Bener sudah berlangsung lama. Mereka juga beberapa kali mendapat intimidasi. Pada Februari 2022, warga dikepung oleh ratusan polisi. Aksi itu dikecam oleh banyak pihak, terutama organisasi HAM.