Pendiri Lembaga Survei Kedai Kopi Hendri Satrio mengungkap hasil jajak pendapat di lembaganya yang menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen rakyat menginginkan perubahan.
Hendri yang juga merupakan juru bicara Anies Baswedan mengatakan bahwa sebanyak 61,3 persen rakyat menginginkan adanya perubahan.
Oleh karena itu, Anies tidak bisa dianggap remeh seandainya masuk ke putaran kedua Pilpres 2024. Dia meyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memperhitungkan hal tersebut.
“61,3 persen rakyat Indonesia ingin perubahan. Jadi artinya tidak bisa dianggap remeh begitu head to head. Dan saya yakin sebetulnya Pak Jokowi juga sudah berhitung itu,” ujar Hendri di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, dikutip Suara Liberte pada Jumat (28/7/2023).
Selain itu, bisa dikatakan Anies menghadapi dua pertandingan dalam pemilihan presiden (Pilpres) yaitu sebelum dan setelah pendaftaran.
“Makanya Anies ini menghadapi dua pertandingan penting dalam Pilpres ini. Yang pertama adalah pertandingan menjelang pendaftaran dan pertandingan setelah pendaftaran,” ujar Hendri.
Pertandingan menjelang pendaftaran yang dimaksud yaitu pertandingan yang sedang dihadapi saat ini. Contoh kecilnya terlihat dari sejumlah pihak yang tidak berani menyatakan kesiapannya menjadi calon wakil presiden Anies Baswedan.
Sementara itu, kubu Istana tampaknya tidak menyukai dengan wacana perubahan. Hal tersebut tampak dari pernyataan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.
Dalam wawancara bersama Rosiana Silalahi, Luhut mengatakan bahwa orang-orang yang mengusung wacana perubahan sok tahu.
Baca Juga: 5 Fakta Miss Huang Bantu Jual Ginjal di Kamboja: Jadi Buronan Polri, Ini Ciri-cirinya
“Kita ini kadang-kadang sok paling tau bikin perubahan bikin apa segala macam. Apa sih yang mau dirubah?” ujar Luhut dalam tayangan Kompas TV.
Luhut meminta agar orang-orang tersebut tidak membohongi rakyat dengan menggaungkan wacana tersebut. “Kita ini jangan membohongi bangsa ini gitu loh,” sambungnya.