Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyoroti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang mengungkapkan sederet keuntungan bagi para eksportir yang simpan devisa hasil ekspor (DHE) selama 3 bulan.
Adapun pemerintah diketahui mewajibkan penguasa maupun eksportir menyimpan DHE di dalam negeri.
Hal tersebut ditanggapi Gigin Praginanto melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Gigin Praginanto menilai bahwa Sri Mulyani justru baru sadar terkait ekspor bodong besar-besaran. Ia pun menyinggung bahwa ada laporan yang tidak dibaca oleh Sri Mulyani.
"Udah 9 tahun berkuasa baru sadar ada ekspor bodong besar-besaran. Selama ini gak pernah baca laporan BI cadangan devisa yang jauh berbeda dari angka ekspor," ujar Gigin Praginanto dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @giginpraginanto, Jumat (28/7).
Sementara itu, Sri Mulyani mengungkapkan soal yang didapatkan eksportir , yakni insentif fiskal dalam konteks Pajak Penghasilan (PPh) atas bunga deposito dari DHE yang diparkir di instrumen keuangan Indonesia.