Mantan Rektor Musni Umar menyorot tajam pelaporan yang dilakukan kepada sosok dari Rocky Gerung. Ini adalah buntut dari sebuah kritikan menohok sosok tersebut terhadap Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Dirinya menilai pernyataan sesama akademisi tersebut adalah sebuah kritik yang seharusnya lumrah dalam demokrasi. Ia menilai ini adalah kekayaan yang dimiliki oleh rakyat di Indonesia.
Oleh karenanya, sebagai pejabat negara yang memegang kuasa, pihak-pihak pemerintah sebaiknya sabar karena hal itu sudah menjadi resiko maju sebagai pemimpin dari tanah air.
"Mereka harus siap dikritik. Penguasa punya segalanya, rakyat tidak punya apa-apa kecuali bersuara mengeritik," tegasnya seperti yang dilansir dari X.com, Selasa (1/8).
Musni mengatakan jika proses hukum dilakukan terhadap Rocky, masyarakat akan semakin takut untuk bersuara terhadap segala permasalahan yang terjadi di Indonesia.
"Kalau dalam mengeritik ada kata atau kalimat yang dianggap menyerang pribadi penguasa, lalu dipolisikan, rakyat akan semakin takut mengeritik. Itu pertanda demokrasi dalam bahaya," jelasnya.
Sosiolog ini berharap tidak ada proses hukum yang terjadi terhadap Rocky. Menurutnya pengamat tersebut hanya menjadi penyambung lidah masyarakat kepada penguasa dari Indonesia.
Sementara itu, Rocky sendiri meminta kritikan harus dihormati oleh sejumlah relawan dari Presiden Jokowi. Ini disuarakannya dalam menanggapi pelaporannya atas ucapannya yang dianggap telah menghina orang nomor satu dalam pemerintahan saat ini tersebut.
Baca Juga: Diumumkan Ipswich Town Gunakan Nomor Punggung 26, Elkan Baggott Jadi Sorotan Media Malaysia