Presiden Joko Widodo atau Jokowi baru-baru ini kembali menyinggung soal program food estate, ia mengatakan bahwa proyek tersebut kembali mendapatkan suntikan dana pemerintah dari Indonesia.
Rp188 triliun telah dialokasikan guna strategi transformasi di bidang ketahanan pangan yang berujung pada tak akan bergantungnya tanah air terhadap impor dari luar negeri.
Ini terjadi tak lama setelah timbulnya kritik terkait dengan proyek tersebut dari sejumlah kalangan termasuk dari PDI Perjuangan (PDIP). Diketahui, partai tersebut menyayangkan kerusakan lingkungan yang terjadi guna proyek tersebut hadir di Indonesia.
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia, Sigit Widodo merespons hal ini dan mengatakan bahwa gerak pemerintah kali ini sudah tepat. Ia menyampaikan bahwa negara yang kuat salah satunya adalah ditandai dengan kemandirian pangan dari negara tersebut.
"Di masa depan, negara yang kuat adalah negara yang memiliki kemandirian pangan dan bisa menjadi lumbung pangan dunia," jelasnya seperti yang dilansir pada Jumat (18/8).
Terkait dengan masalah seputar proyek food estate, dirinya menyarankan bahwa hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menjadi lebih baik dan tak hanya sekedar kritik belaka.
"Tidak ada masalah dengan program food estate. Kalau ada masalah di pelaksanaannya, ya diperbaiki saja. Semua hal butuh proses," jelasnya.