Pengamat politik Burhanudin Muhtadi memprediksi, Partai Demokrat tidak akan membentuk poros politik baru dan bergabung dengan kubu PDIP Perjuangan.
Burhanudin meyakini, hubungan yang kurang baik antara Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menjadi salah satu penyebabnya.
“Jadi potensi Demokrat untuk bergabung memang lebih besar ke Pak Prabowo,” kata Burhanudin dalam keterangannya, dikutip Liberte Suara, Senin (4/9/2023).
Namun Direktur Eksekutif Politik Indonesia itu menyebut Demokrat akan membutuhkan waktu lebih lama lantaran hengkangnya calon presiden (capres) Anies Baswedan merupakan pukulan telak bagi partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.
“Meskipun lagi-lagi kita perlu lebih sabar untuk menunggu pergerakan Partai Demokrat ke depan,” sambungnya.
Lebih lanjut, Burhanudin menggarisbawahi jika ingin bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM), maka Demokrat harus mengubah narasi perubahan yang selama ini disuarakan.
Pasalnya, Gerindra, Golkar, dan PAN yang tergabung di dalam KIM berkomitmen untuk melanjutkan program dan juga pemerintahan Presiden Joko Widodo.
“Misalnya masuk ke dalam salah satu koalisi pendukung pemerintah, Partai Demokrat harus melakukan packaging ulang terhadap narasi perubahan yang selama ini mereka suarakan,” pungkasnya.
Baca Juga: Beberkan Perjuangan untuk Sembuh, Inara Rusli Curhat Sampai Jalan Sendiri ke Psikiater