Politisi PDI Perjuangan Guntur Romli mendukung pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas soal ajakan agar jangan memilih pemimpin yang menggunakan agama sebagai alat politik. Menag Yaqut juga mengimbau masyarakat agar tidak memilih pemimpin yang memecah belah umat dan menggunakan agama sebagai alat politik.
“Agama itu ajaran kebaikan. Agama itu menjadi rahmat. Dan jangan dijadikan agama pemecah belah. Ini merupakan ajaran-ajaran yang harus kita dukung dan itu menjadi intisari dari agama,”Kata Guntur di Jakarta, Selasa (5/9).
Lalu siapa capres yang disasar dari pernyataan Menag? Guntur Romli memang tidak secara terbuka menyebutkan nama namun dia mengatakan masyarakat sudah mengetahuinya. “Kalau kita melihat kenyataan fakta-fakta sejarah dalam perebutan kekuasaan itu sangat terkait dengan Pilkada DKI 2016-2017 dimana agama dipakai menyerang salah satu kontestan dengan alasan agama. Kita melihat arahnya ke sana. Jadi saya kira masyarakat umum sudah tau,”tegas Guntur.
Sebelumnya Jubir Kemenag Anna Hasbie mengatakan pernyataan Menag itu bersifat umum. Belajar dari sejarah sebelum-sebelumnya, saat adanya kontestasi politik, Anna menilai tensi dari berbagai pihak sangatlah tinggi dan hal itu bisa menimbulkan ketidakrukunan.