Pakar Hukum Tata Negara dan Pengamat Politik Refly Harun menyoroti suara kurang “sreg” dari kelompok alumni 212 terhadap duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang kini sudah diresmikan sebagai bakal pasangan calon presiden-wakil presiden.
Refly mengungkapkan sah-sah saja apabila PA 212 beranggapan bahwa Muhaimin bukan pilihan yang tepat.
Hanya saja, lanjut Refly, dirinya mengungkapkan bahwa jika ditelisik lebih dalam, sosok Muhaimin merupakan figur yang bisa menambal kelemahan Anies Baswedan.
Kelemahan itu adalah terkait suara di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Kenapa? Karena tone yang terjadi Muhaimin melengkapi apa yang tak dimiliki Anies Baswedan. Yaitu membuka pintu gerbang Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah,” jelasnya.
Menurut Refly, dalam melihat duet Anies-Amin, perlu didalami lagi khususnya terkait keuntungan yang akan didapatkan.
Refly menilai ada pihak yang melihat bahwa duet ini merupakan kabar yang baik.
“Setelah kita renungkan, tidak semata-mata bad news (Duet Anies-Cak Imin), bahkan ada yang mengatakan excellent news,” ujar Refly lewat kanal Youtube pribadinya, dikutip Sabtu (9/9/23).
Sebelumnya, Wasekjen Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin menyayangkan langkah Anies Baswedan yang bersikap setuju saja dijodohkan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar di Pilpres 2024.