Partai Demokrat memutuskan bergabung dengan koalisi Indonesia Maju (KIM) dan mendukung Prabowo sebagai bakal calon presiden untuk pemilu 2024. Politisi Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng mengatakan keputusan Demokrat bergabung ke KIM sudah dibahas di dalam Rapat Majelis Tinggi.
“Setelah kami berdiskusi, kami ingin ikut barisan yang menang. Dan setelah kami diskusikan yang paling punya potensi untuk menang adalah Pak Prabowo sebagai calon presiden,"Kata Andi di Jakarta, Senin (18/9).
Alasan lainnya kata mantan Menpora itu ialah dasar emosional. Hubungan Demokrat dan Gerindra sejatinya terjalin hangat karena pernah bekerja sama pada kontestasi politik sebelumnya.”Kami sudah bersama-sama dengan Pak Prabowo sejak 2019. Sehingga kalaupun sekarang kita mendukung Pak Prabowo tidak akan masalah,”Ucap Andi.
Sebelumnya parpol koalisi KIM yang terdiri atas PAN, Gerindra, Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia melakukan pertemuan bersama Partai Demokrat. Pertemuan tersebut terkait dengan arah dukungan partai Demokrat ke bakal calon presiden (capres) Prabowo.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyatakan partainya siap move on untuk menentukan langkah politiknya jelang Pilpres 2024. Keputusan ini diambil usai Demokrat memutuskan keluar dari koalisi perubahan dan mencabut dukungan dari Anies Baswedan.
AHY menyatakan dengan langkah move on ini Partai Demokrat siap menyambut peluang-peluang dan kerjasama politik yang baik ke depan terutama untuk Pilpres 2024.