Presiden Joko Widodo (Jokow) meminta TNI menjaga netralitas dan tetap menjaga kondisi damai di tahun politik. Jokowi juga ingin TNI bekerja sama dengan Kepolisian dalam mengawal tahun politik.
“Kita kini telah memasuki tahun politik. Saya minta tetap jaga betul kondisi damai. Segera padamkan percikan sekecil apapun. Berikan pahaman kepada masyarakat bahwa beda pilihan itu wajar. Menang dan kalah itu wajar. Jaga soliditas dengan Polri dan tetap jaga netralitas TNI,”Ucap Jokowi dalam peringatan ke-78 Hari TNI di Lapangan Silang Monas, DKI Jakarta, Kamis (5/10).
Sementara itu Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yakin tiga bakal calon presiden (capres) yang akan berkontestasi pada Pemilihan Presiden (pilpres) 2024 punya kesempatan sama. Untuk itulah, JK memprediksi pilpres akan berlangsung dua putaran.
“Saya kan bilang semua optimistis semua akan ada kesempatan, PDIP atau Ganjar punya kesempatan. Pak Prabowo punya kesempatan, Pak Anies punya kesempatan bergantung pada kalian milih, bagaimana baiknya, Kata Kalla di kediamannya, Jakarta Selatan, kemarin.
Dengan situasi tersebut, lanjut JK tidak yakin Pilpres 2024 berlangsung satu putaran sebab pasangan capres-cawapres dinilai harus mengantongi minimal 85 juta suara. “Agak sulit juga kalau satu putaran. Kan harus dapat minimum 85 juta suara. Ada nggak calon yang bisa dapat 85 juta suara sekali (putaran), agak sulit ya," ujar JK.