Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengungkapkan kekecewaannya lantaran perilaku Aparatur Sipil Negara (ASN) lebih memilih belanja barang impor daripada produk dalam negeri. Padahal proyek belanja tersebut dibiayai uang negara.
Perilaku tersebut dianggap tidak peka, karena bakal menguntungkan produsen luar negeri. Karena itu Jokowi menekankan program belanja produk dalam negeri kepada Kementrian, lembaga dan pemerintah daerah (pemda).
Jokowi mengaku sangat sulit mengumpulkan penerimaan negara. Mulai dari pajak, restribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), loyalty, dividen di BUMN, hingga urusan bea cukai. “Sangat sulit mengumpulkan itu, menjadi APBN, menjadi APBD, kemudian kita belanjanya barang impor. . Bodoh sekali kita,”Ucap Jokowi saat Rakorns Korpri 2023, kemarin.
“Hati-hati ini, sampaikan kepada semua dinas kalau itu kita lakukan, kita mengumpulkan pendapatan itu sangat sulit sekali, income daerah, income negara sangat sulit sekali, kemudian belanjanya barang impor,”sambung Jokowi.
Jokowi menambahkan pembelian barang dan jasa pemerintah secara impor tidak memiliki daya ungkit ekonomi. Semakin banyak impor, justru negara lain yang untung.