Lengger, Seni Rakyat yang Makin Terpinggirkan

Esti Utami, Esti Utami

Sabtu, 08 Maret 2014 | 23:47 WIB
Lengger, Seni Rakyat yang Makin Terpinggirkan
Penari lengger sedang beraksi (Dok. Galeri Indonesia Kaya)

Suara.com - Suara Sunarsih (49) mengalun lembut. Musik calung yang mengirinya membuai penonton yang memadati Galeri Indonesia Kaya, Jakarta pada Jumat (7/3/2014) malam itu. Awalnya, tembang yang dilantunkannya berirama lamban. Tetapi makin lama makin cepat.

Selaras dengan itu, di atas panggung, gerakan tiga penari lengger juga makin lincah. Sesekali, ketika tangan mereka melempar sampur,  para penari itu melempar senyum kenes ke arah penonton. Sepenggal  pertunjukan itu sedikit mengingatkan akan seni rakyat asal Banyumas yang pada tahun 1960an pernah begitu digemari.

Sebenarnya, seperti apa nasib seni rakyat yang menginspirasi penulis Ahmad Tohari menghasilkan karya besar ‘Ronggeng Dukuh Paruk’ ini? Di belakang panggung, dengan wajah yang masih berkeringat, Sunarsih membagi kisahnya kepada suara.com.

Beberapa tahun belakangan ini undangan yang diterima kelompok tari lengger Marga Utama yang dipimpinnya makin sepi.  Dalam satu tahun, kelompok lengger yang didirikan ayah Sunarsih ini rata-rata hanya menerima 4 hingga lima undangan. Undangan itu biasanya datang dari mereka yang memiliki hajatan. Untuk mengisi waktu luang, Sunarsih lebih banyak  memenuhi undangan nyinden bersama kelompok lain.

Lalu bagaimana dengan pemain musiknya? Mereka harus bertahan dengan pekerjaan sampingan masing-masing. Kondisi ini tentu sangat berbeda dengan di masa lalu. Hingga tahun 1980an, hampir setiap minggu ia pasti naik pentas. Bahkan pada musim kawin, undangan itu bisa datang tiap hari. “Lengger sekarang kalah dengan campur sari atau organ tunggal,” keluh perempuan yang sudah menari lengger sejak usia tujuh tahun ini.

Minat kaum muda untuk menekuni lengger juga makin surut. Tak heran diusianya yang mendekati kepala lima, Sunarsih belum menemukan calon pengganti. Dan kalaupun ada yang berminat, menurut Sunarsih, kemampuan mereka tidak seperti yang diharapkan. Mereka tak hanya tak bisa nembang, tariannya juga kurang luwes. “ Gerakan terlalu sekolahan, seperti tak ada ruhnya,” cetusnya. Apakah mungkin indang ronggeng sudah hilang? Sunarsih menolak menjawab pertanyaan ini. Ia memilih permisi dengan alasan untuk mengganti bajunya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×