6 Tanda si Kecil Alami Kekerasan Seksual

Esti Utami Suara.Com
Selasa, 29 April 2014 | 08:22 WIB
6 Tanda si Kecil Alami Kekerasan Seksual
Ilustrasi anak (Foto: shutterstock)

Suara.com - Kasus kekerasan seksual di Jakarta International School (JIS), mengingatkan kita betapa tempat yang terlindung secara fisik ternyata tetap tak aman bagi putra-putri kita.  Dan belakangan makin banyak anak, baik putra maupun putri, yang menjadi korban kekerasan seksual.  Dan kita sering tak menduga pelaku kekerasan ini, justru datang dari orang-orang di sekitar kita.

Semua orang tua tentu tak mau putra-putrinya menjadi korban pelecehan atau bahkan kekerasan seksual. Karena kasus ini tak hanya menyakiti mereka secara fisik, tetapi lebih dari itu juga merenggut jiwa mereka.  Sayangnya, banyak anak-anak yang tak paham benar apa yang mereka alami. Mengetahui tanda-tanda seorang anak telah menjadi korban kekerasan seksual akan membuat Anda bisa lebih dini mendeteksi apa yang telah dialami putra-putri Anda.

Berikut enam tanda yang biasa muncul, jika seorang anak telah menjadi korban kekerasan seksual.

1. Tanda-tanda fisik
Ini adalah bukti yang paling mudah ditemukan, tetapi Anda perlu menyesuaikan cara mendeteksi dengan usia putra Anda. Tanda itu bisa berupa memar atau luka di sekitar alat genital atau mulut, pendarahan, rasa sakit saat buang air, kesulitan berjalan normal. Gejala tertular penyakit menular seksual pada anak juga bisa jadi pertanda si kecil telah menjadi korban kekerasan seksual.

2. Memainkan alat genitalnya dengan mainan
Jika putra-putri Anda melakukan hal ini, maka cobalah cari tahu siapa yang telah mengajarkan  atau tanya siapa yang memainkan 'permainan' itu. Tapi cobalah tetap tenang dan usahakan untuk tidak terkesan sedang menyelidiki. Tunjukkan seolah-olah Anda hanya ingin tahu mengenai hal ini.

3. Menjadi tertutup
Anak-anak korban kekerasan seksual biasanya cenderung menarik diri dan menjadi tertutup. Jadi jika perubahan itu terjadi pada putra-putri Anda, Anda layak curiga. Coba dekati dia, dan secara perlahan cari tahu apa yang terjadi dengannya.

4. Suka menyendiri
Kekerasan seksual akan menimbulkan ketakutan, kengerian atau bahkan rasa jijik pada diri sendiri. Apalagi jika ini terjadi pada anak-anak yang masih polos. Trauma akan mendorong mereka menyendiri setiap kali memungkinkan. Alasan lain, adalah karena si anak takut menghadapi pertanyaan dari orang tuanya. Jika ini menimpa putra-putri Anda, merangkul mereka kembali dan memberinya rasa aman wajib dilakukan.

5. Menanyakan masalah seks.
Wajar memang, seorang abg bertanya masalah ini. Tetapi jika pertanyaan ini dikemukakan saat si kecil belum mencapai usianya Anda perlu curiga ada yang tak beres menimpanya.

6. Teman rahasia
Teman yang tak wajar, mungkin lebih tua, bisa jadi pertanda seorang anak telah menjadi korban kekerasan seksual. Atau jika si anak memiliki uang atau barang 'mahal' yang asal-usulnya tidak bisa dijelaskan, maka boleh jadi ia juga telah menjadi korban para predator. (Sumber: boldsky.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI