Guru JIS Diduga Terlibat Aksi Kekerasan

Tomi Tresnady

Rabu, 23 April 2014 | 22:42 WIB
Guru JIS Diduga Terlibat Aksi Kekerasan
Jakarta International School, Pondok Indah, Jakarta Selatan [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Agung, Awan, dan Afrisca petugas clening service telah ditetapkan jadi tersangka melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang murid TK Jakarta International School (JIS) yang masih berusia 5 tahun.

Selain ketiga orang itu, diduga ada guru dari Warga Negara Asing (WNA) yang juga melakukan tindakan kekerasan terhadap siswa.

Hari ini, saksi korban dari kalangan siswa mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, untuk melaporkan tindakan kekerasan fisik yang dilakukan oleh guru WNA. Selain itu, saksi korban ini juga menyaksikan langsung pelecehan seks yang terjadi di area JIS.

"Karena ada dugaan termasuk WNA. Mereka menyebutkan rambut pirang yang melakukan kekerasan, artinya ini yang akan didalami dan Insya Allah kami akan dikordinasi dengan pihak kepolisian," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Soleh, Rabu (23/4/2014).

Asrorun menjelaskan kedatangan saksi mendatangi KPAI ia merasa trauma dengan kekerasan fisik yang dialami oleh saksi, dan menyaksikan langsung pelecehan seks yang dilakukan petugas cleaning service.

"Karena yang pertama dia mengalami trauma hal yang sama, kekerasan fisik, dicekik dan ditendang. Kemudian dia menyaksikan tidak kekerasan seksual itu dengan mata kepala dia," ujar Asrorun.

Asrorun melanjutkan, informasi yang diberikan saksi korban lainnya ia pernah menyaksikan kekerasan di luar anak TK, yakni kelas 1 SD.

“Dan menyaksikan juga tindakan sodomi, tapi dia lari takut. Ini saya kira hal penting artinya harus dikembangkan," ujar Asrorun .

Dia mengatakan, saksi korban yang baru melapor ke KPAI hari ini akan menjadi saksi kunci. “Makanya kita koordinasi dengan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban), karena butuh pengamanan," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Monster Paedofil Buruan FBI Pernah 10 Tahun Mengajar di JIS

Monster Paedofil Buruan FBI Pernah 10 Tahun Mengajar di JIS

News | Rabu, 23 April 2014 | 10:41 WIB

Menanggapi Kasus JIS, Ikke Nurjanah Murka

Menanggapi Kasus JIS, Ikke Nurjanah Murka

Entertainment | Sabtu, 19 April 2014 | 01:39 WIB

Kasus Sodomi Murid JIS, Polisi Periksa Dua Saksi Baru

Kasus Sodomi Murid JIS, Polisi Periksa Dua Saksi Baru

News | Rabu, 16 April 2014 | 13:36 WIB

KPAI Datangi Jakarta International School

KPAI Datangi Jakarta International School

News | Rabu, 16 April 2014 | 13:02 WIB

 Korban Sodomi di JIS Dikhawatirkan Bertambah

Korban Sodomi di JIS Dikhawatirkan Bertambah

News | Rabu, 16 April 2014 | 05:41 WIB

Kejiwaan Pelaku Sodomi Siswa JIS Bakal Diperiksa

Kejiwaan Pelaku Sodomi Siswa JIS Bakal Diperiksa

News | Rabu, 16 April 2014 | 05:35 WIB

Beda Menggoda dengan Melecehkan

Beda Menggoda dengan Melecehkan

Lifestyle | Selasa, 15 April 2014 | 05:08 WIB

Terkini

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 21:43 WIB

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

×