5 Mitos Tentang Perkosaan di Daerah Perang

Esti Utami

Kamis, 05 Juni 2014 | 16:06 WIB
5 Mitos Tentang Perkosaan di Daerah Perang
Ilustrasi perkosaan. (Shutterstocks)

Suara.com - Selama ini muncul anggapan bahwa perkosaan adalah senjata yang sering digunakan kelompok yang sedang bertikai untuk melemahkan musuhnya.  Perkosaan dinilai sebagai senjata ampuh yang jauh lebih murah dibanding peluru, demikian anggapan yang berkembang.

Mata dunia pun terus menyoroti tentang kekerasan seksual di tengah konflik dan apa yang dapat dilakukan untuk mengakhiri kejahatan mengerikan ini. Masalahnya, seberapa banyak yang benar-benar diketahui tentang masalah ini? Karena penelitian terbaru justru menunjukkan hal sebaliknya.

Berikut lima mitos tentang perkosaan dalam perang dan fakta yang ditemukan dari sejumlah penelitian.

1. Perkosaan digunakan sebagai senjata di banyak daerah konflik.
Faktanya kekerasan seksual bukanlah senjata pilihan bagi banyak kelompok bersenjata. Penelitian yang dilakukan Universitas Harvard dan Peace Research Institute Oslo menemukan sedikit sekali kasus kekerasaan seksual bahkan nyaris tidak ditemukan kasus perkosaan di banyak daerah konflik. Kasus perkosaan secara luas hanya ditemukan di Rwanda, Bosnia dan Kongo Timur.

2. Kekerasan seksual meningkat saat pecah konflik.
Kenyataannya tak seperti itu. Masalahnya adalah orang tak tahu pasti, karena survei biasanya melihat jumlah korban perkosaan dan hanya fokus pada mereka yang harus mengungsi. Bukan dalam satu populasi secara keseluruhan.  Lebih jauh, angka perkosaan sebelum pecah konflik biasanya tidak tersedia, sehingga tidak ada data pembanding.

3. Korban perkosaan biasanya perempuan.
Kenyataannya banyak juga laki-laki yang menjadi korban. Tetapi kaum Adam biasanya tak terlalu terbuka dengan apa yang mereka alami dibanding kaum perempuan.  Sebuah laporan terbaru menyebut satu dari tiga pengungsi laki-laki di Kongo pernah menjadi korban kekerasan seksual. Korban laki-laki juga ditemukan di 29 daerah konflik sejak 1998, tapi perlu penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

4. Pelaku perkosaan biasanya laki-laki.
Bukti yang dikumpulkan ternyata tidak sedikit tentara perempuan yang melakukan kekerasan baik pada perempuan maupun laki-laki.  Menurut survei yang dilakukan pada 2010 di Kongo Timur, ternyta 41 persen pelaku kekerasan seksual adalah perempuan dan 10 persen korban adalah kaum Adam.

5. Dalam sebuah perang, orang bersenjata adalah pelaku utama pemerkosaan.
Faktanya masyarakat sipil diperkosa oleh orang-orang bersenjata lebih mungkin menjadi berita utama dibanding perempuan yang diperkosa suaminya sendiri.
Survei oleh International Rescue Committee menemukan banyak perempuan korban kekerasan seksual pada kenyataannya telah diperkosa oleh orang yang mereka kenal. Satu penelitian di Kongo timur antara tahun 2009 dan 2012, menemukan bahwa 18 persen dari kasus kekerasan seksual ternyata dilakukan orang dekat korban, 45 persen oleh anggota masyarakat sipil termasuk guru, pengusaha dan penyedia layanan, dan hanya 37 persen oleh kelompok bersenjata.  Di Sierra Leone, Pantai Gading dan Liberia, lebih dari 60 persen korban mencari bantuan melaporkan kekerasan oleh pasangannya. (www.trust.org)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengamat: Hukuman Kebiri Bagi Pelaku Kekerasan Seks

Pengamat: Hukuman Kebiri Bagi Pelaku Kekerasan Seks

News | Selasa, 13 Mei 2014 | 13:18 WIB

Terkini

Bocoran Mesin Hybrid Generasi Baru Toyota yang Siap Dipasok ke Pabrikan Lain

Bocoran Mesin Hybrid Generasi Baru Toyota yang Siap Dipasok ke Pabrikan Lain

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 10:24 WIB

5 Bedak Padat untuk Kulit Kering dan Kusam, Bikin Wajah Usia 45 Tahun Tampak Cerah

5 Bedak Padat untuk Kulit Kering dan Kusam, Bikin Wajah Usia 45 Tahun Tampak Cerah

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 10:23 WIB

Berapa Harta Kekayaan Raffi Ahmad? Kini Bisnisnya Diterpa Gelombang Boikot

Berapa Harta Kekayaan Raffi Ahmad? Kini Bisnisnya Diterpa Gelombang Boikot

Entertainment | Selasa, 03 November 2026 | 10:20 WIB

Ulasan Drama Love For You: Saat Hidup Nyeseknya Zhang Jing Yi Nembus Layar

Ulasan Drama Love For You: Saat Hidup Nyeseknya Zhang Jing Yi Nembus Layar

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 10:20 WIB

Sudah Rajin Olahraga dan Jaga Pola Makan, Mengapa Dampaknya Belum Maksimal?

Sudah Rajin Olahraga dan Jaga Pola Makan, Mengapa Dampaknya Belum Maksimal?

Health | Selasa, 03 November 2026 | 10:09 WIB

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Analis Malah Waspada

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Analis Malah Waspada

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 10:04 WIB

Menteri PPPA Murka! Ayah dan Kakek Tiri di Boyolali Tega Hamili Remaja 16 Tahun

Menteri PPPA Murka! Ayah dan Kakek Tiri di Boyolali Tega Hamili Remaja 16 Tahun

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:03 WIB

Sabun Muka Wardah Hydra Rose NMF Amino untuk Kulit Apa? Kenali Kandungan dan Manfaatnya

Sabun Muka Wardah Hydra Rose NMF Amino untuk Kulit Apa? Kenali Kandungan dan Manfaatnya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 10:03 WIB

Pasar Kripto Indonesia Melemah, Indeks CFX10 Turun ke Level 928,62

Pasar Kripto Indonesia Melemah, Indeks CFX10 Turun ke Level 928,62

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 10:01 WIB

MagangHub dan Potret Suram Pasar Kerja: Kala Fresh Graduate Berebut Posisi

MagangHub dan Potret Suram Pasar Kerja: Kala Fresh Graduate Berebut Posisi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 10:00 WIB

×